Kamis, 09 September 2021

HARI PERTAMA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS

 Alhamdulillah akhirnya sekolah dibuka hari ini untuk pertamakalinya, semenjak pandemi covid-19 melanda dunia, yaitu sejak tanggal 16 Maret 2019 sekolah libur hingga kini  hampir 2 tahun mengalami penundaan. Dimana di tahun pembelajaran baru 2021 - 2022 akan dibuka dengan segala harapan sekolah masuk, berani memberi harapan kepada wali murid baru bahwa sekolah akan dibuka.

Namun, sejak bulan Juli baru hari ini bisa benar-benar terlaksana, ini saja juga mengalami beberapa kali penundaan. Dikarenakan adanya PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan pemerintah sejak awal bulan Agustus yang terus ditambah setiap hari Senin bertambah satu minggu ke depan, hingga mencapai level 4

Bagi daerah yang masih berada di level 4 artinya penyebaran covid-19 masih banyak dan berada di zona hitam atau merah tidak boleh mengadakan PTM. Alhamdulillah Tulungagung berada di level 3 sehingga hari ini bisa mengadakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas. 

Adapun sebelum pelaksanaan PTMT ini banyak sekali syarat yang harus dipenuhi oleh lembaga, pendidik, wali murid maupun peserta didik. Semua agar terhindar dari terpapar virus corona karena terjadi mobilitas atau perkumpulan orang-orang di sekolah.

Semua harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah sejak lama dijalankan :

1. Sering mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

2. Memakai handsanitizer.

3. Memakai masker.

4. Menjaga jarak.

5. Tidak berkerumun.

6. Pengecekan suhu tubuh.

7. Penyemprotan disinfektan.

8. Tidak bersalaman.

Terkait dengan protokol kesehatan bagi peserta didik juga diberlakukan hal-hal tersebut ditambah dengan beberapa ketentuan yaitu :

1. Masuk sekolah dengan sistem shift.

2. Setiap shift maksimal 5 anak

3. Shift tidak boleh satu hari, melainkan di hari lain, misal : hari ini masuk besok libur dst. ganti shift

    selanjutnya.

4. Jarak tempat duduk anak 1,5 - 2 meter.

5. Bila sakit tidak perlu masuk sekolah.

6. Tidak boleh ditunggu.

7. Wajib memakai masker.

8. Orangtua harus menandatangani surat persetujuan masuk.

9. Tidak bersalaman

Bagi pendidik :

1. Harus sudah vaksin.

2. Memakai masker/faceshild.

3. Bila sakit tidak perlu masuk.


Di hari pertama keunikan terjadi, karena anak-anak sudah lama tidak bersekolah, sudah terbiasa dengan suasana rumah yang tanpa aturan belajar, maka anak-anak belajar sebentar saja sudah capek. Ada yang jalan-jalan keluar untuk main, ada yang rebahan (memang generasi corona ada yang menyebut dengan generasi rebahan ... hehehe ternyata benar).

Nah, seharian anak-anak masih sulit dikendalikan, maklum anak Paud baru mengenyam sekolah juga begitu ditambah adanya corona. Gurunya juga masih adaptasi mengajar, masih banyak yang lupa karena lama tidak bertatap muka langsung dengan anak-anak. Selama ini melalui daring, jadi semua anak duduk manis ... hehehe ... duduk manis di grup WA. Lupa jika di sekolah juga begitulah anak-anak Paud, konsentrasi sesuai usia yang rata-rata 3 - 4 tahun ... ya sekitar 3 - 4 menit bisa duduk diam. Oh ya, perlu diketahui bahwa di Paud anak-anak juga tidak harus duduk manis selama pembelajaran. Asalkan masih terkondisi tidak masalah jika anak-anak jalan-jalan.

Sungguh hari ini ada pengalaman yang tak terlupa, dimana suasana di kelas satu anak keluar kelas, kemudian berhasil saya ajak masuk kelas, ganti lagi yang keluar, demikian sampai pembelajaran usai waktu berdo'a pulang. Hingga mau pulang saja membutuhkan waktu 15 menit untuk bisa berdo'a bersama-sama, itupun juga tidak berhasil. Maklum anak-anak Paud, saya berharap semoga orangtua memahaminya. 

Di tengah-tengah belajar ada anak yang tubuhnya gendut sehat, bilang begini :

"Bu Ci, saya lapar," kata Nanta. Karena dia gendut mungkin tidak tahan lapar pikirku.

"Iya, nanti selesaikan dulu ini baru makan," jawabku.

Eee... rupanya dia lari ke Bundanya minta jajan, dibawa ke saya minta dibukakan. Sebagai guru juga bingung, antara peraturan bahwa tidak makan ketika belajar dengan kebutuhan anak yang sedang lapar. Karena mereka masih terbiasa di rumah. Dan memang hari ini saya coba belajar satu seperempat jam ternyata anak-anak belum bisa. Ini menjadi evaluasi bagi saya, untuk mengkondisikan agar anak-anak nyaman dan enjoy dalam belajar sambil bermain di sekolah. Bahkan peraturan dari Dinas PTMT ini benar-benar terbatas yakni belajar tanpa istirahat.

Oh iya, hari ini belajanya adalah makanan sehat bergizi seimbang. Anak-anak dikenalkan isi piringku. Kemudian dari rumah membawa bermacam-macam sayur yang dipunyai untuk diperlihatkan Bu Guru sayur apa yang dia bawa. Dilanjutkan memotong sayur yang dibawa.

Semoga pengalaman hari pertama ini bisa membangun karakter baik bagi anak-anak. 

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.


2 komentar:

  1. Akh, seru... Pasti tidak terlupakan banget. Semua kembali ke awal lagi dan butuh adaptasi lagi. Semoga semuanya tetap sehat dan semangat belajarnya ya, Nak salih dan salihah. Anak-anak saya masih belajar daring ini 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah baru buka blog.... Terimakasih mbak kunjungannya.. masih belajar..

      Kita satu grup di TMH ...gimana caranya biar blog kita dapat cuan mbak

      Hapus