Senin, 27 November 2017

Kereta, Senin, 27 Nopember 2017
Cerpen

SETIA
BY: d'auliya


        Jika kuingiat Dan kurasakan cintamu padaku...pengorbanammu: harta, waktu, hati dan perasaanmu...airmata ku tak bisa dibendung dan ingin sekali menghubungi mu. Namun aku tak   berani karena cintaku padamu sangat dalam sehingga aku tidak ingin mengganggu mu. Aku tidak ingin menambah beban hidupmu dengan niatku . Walau beberapa saat yang lalu ... 5 bulan sebelum  kamu tinggalkan aku untuk kesekian kalinya...kurasakan kamu sangat sungguh sungguh mencintai ku bahkan sudah menjadi "imam" katamu. Sekarang baru kusadari bahwa begitu berani kamu katakan itu. Sedang aku selalu tidak yakin dengan kebaikan mu. Karena kamu kalau jauh atau marah sangat bertolak belakang sikap mu. Aku sangat tersiksa dengan sikap mu . Justru kamu yang "golong koming" katamu. Sungguh bahagia.waktu kamu katakan itu. Kamu juga bahagia bahkan kamu sambil menangis katamu.
"Inilah saat yang kutunggu" katamu
"Membangun kepercayaan yang sudah remuk" katamu sambil terisak menangis menahan haru dan bahagia.
Betapa tidak 3 tahun setelah pertemuan kita dari 24 tahun perpisahan kita baru kali ini kita berhasil klik...setelah berulang kali putus nyambung karena saling tidak percaya . Terima kasih kekasihku..tambatan hati ku  ...belahan jiwaku.
"All my love for you, kata-kata ku dulu" tambahmu.
Sebuah ungkapan penguat jiwa yang membuatku tidak percaya.
"Mimpikah ini" tanyaku padamu
"Tidak, ini nyata" katamu begitu membahagiakanku. Seolah takkan berpisah lagi setelah itu.
Ku ingat lagi ketika kutanya
"Adakah keinginanku untuk meninggalkan ku? "Tidak" dengan tegas kamu jawab.
      Itulah sebagian kata kata mu yang menguatkan cintaku dan selalu kupegang itu . Kupikir itu sudah cukup kuat bagiku untuk mempercayai cintamu. Sehingga apapun yang terjadi bisa kita bicarakan baik baik dan kita cari solusi bersama. Tidak seperti biasanya kamu tinggal lari menjauh jika kamu tidak suka dengan ku atau marah padaku tanpa menjelaskan bagian mana kesalahanku. Kamu selalu memutuskan sepihak tanpa memperdulikan perasaan ku. Kalau tidak suka ya...tiada maaf bagimu. Jika aku menjelaskan  katamu itu "pembenaran". Tidak ada alasan bagimu.

     Katamu cinta...katamu sayang...kenapa selalu menyakiti aku jika jauh..Jika dekat begitu heboh cintamu. Begitu membuat ku tak percaya. Bisa geleng geleng kepala jika ingat kamu sekarang yang sangat jauh berbeda dengan kamu dulu yang sopan diam tanggungjawab tak ada tingkah yang aneh.

        Oh iya aku ingat bahwa juknis yang kami tawarkan selesai dibaca setiap pernyataan dihapus dan dilupakan. Apakah bisa melupakan kata kata orang dicintai dan dirindukan bertahun tahun? Justru setiap kata yang terucap tertancap indah di lubuk hati . Sebagai penguat jiwa "The Power of Love". Sms mu 3 tahun yang lalu saja masih kusimpan.

      Kini hari-hari ku berjalan tanpa semangat. Semua kujalani dengan mengambang. Sungguh tanpamu aku tak mampu lagi tegar. Aku lemah, aku sangat membutuhkan kamu. Apakah kamu tidak lagi membutuhkan aku? Katamu hanya mencari ku tak suka yang lain? Aku masih berharap kita bisa bersatu dan yakin Alloh mempertemukan kita disaat kita saling membutuhkan. Katamu ketika kamu tahu keadaanku .. Kamu lemas, terus kamu bilang "Inikah jalannya?" Kemudian apapun yang kulakukan kamu pantau...kamu marah-marahi aku . Dulu aku tidak tahu kupikir kamu benci padaku . Ternyata sebaliknya justru karena kamu mencintaiku..kamu jaga aku .. Kamu urusi aku..Kamu menyangi aku dari pengaruh buruk teman teman. Kamu sudah menganggapku sebagai bagian dari hidupmu. Terima kasih kekasihku.
      Jika kini kita terpisah semoga bisa saling menjadi jalan untuk saling memperbaiki diri dan menahan emosi. Serta semoga menjadi kan hati kita menjadi lebih lembut dan sabar. Serta menjadikan kita nanti lebih kasih sayang dan lembut. Dan semoga liku-liku perjalanan kita diganti dengan hikmah terindah oleh Alloh.
      Semua ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa demi keselamatan dan Terkebahagiaan serta kemuliaan kita . Karena Alloh ku mencintaimu. Kita tunggu takdir terindah dari Alloh dengan menempuh jalan yang diridhoi. Semoga ditutup segala pintu keburukan
Dengan kesabaran kusetia menanti mu di jalan yang diridhoi Alloh . Semoga kamu bahagia disana.

@nicetoomeetyou@



Senin, 14 Agustus 2017

Takdir

    Tiada yang tidak mungkin dari Alloh. Tiada yang mustahil dari Alloh. Semua serba mungkin jika Alloh sudah berkehendak "Kun  Fayakun".. Terjadi maka terjadilah...walau menurut akal manusia tidak mungkin. Bahkan terkadang kita sudah sampai di ambang batas alias putus asa. Disitulah Alloh menunjukkan KuasaNya dengan adanya jalan keluar dan hikmah terindah yang  tak pernah kita bayangkan.
        Berpuluh puluh tahun kadang baru bisa kita dapatkan keindahan hikmah buah dari suatu ujian kehidupan dariNya. Untuk itu bersabarlah dan jangan mengeluh jika kita mendapat ujian dari Sang Pemilik Kehidupan

Takdir

Selasa, 02 Mei 2017

Arti Sahabat

Arti sahabat
Sahabat adalah orang yang selalu ada di saat kamu suka maupun duka. Sahabat adalah orang yang sangat bermanfaat bagimu. Orang yang senantiasa mengingatkan kamu dikala kamu salah dan melindungi kamu ketika kamu tiada, ketika kamu dibicarakan di belakangmu. Sahabat adalah motivator dan penyemangat dalam hidupmu. Dia ada ketika teman-temanmu meninggalkanmu. Dia selalu mendoakanmu ketika tidak bersamamu. Bisa saja kebahagian dan kemudahan yang kau dapatkan hari ini adalah berkat do’a dari dia. Karena Alloh akan mengabulkan do’a dua orang sahabat yang saling mendo’akan ketika mereka berjauhan. Persahabatan karena Alloh tentunya.
@Akademi Menulis Kreatif
@Fastwriting hari ke2
@Apu Indragiry


Kamis, 30 Maret 2017

MUHASABAH DIRI

JANGAN BERSEDIH KARENA TERTIMPA KESULITAN

Kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan-kesulitan itu, akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang  yang salih, merupakan wujud ketundukan kepada tiran, merupakan sebuah penyerahan diri kepada Dzat Yang Esa, merupakan sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk menjaga hati dengan bersabar, merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar. (La Tahzan)

Hidup ini memang hampir tidak selalu sama dengan yang kita harapkan. Perbedaan antara harapan dengan realita itulah yang disebut masalah dan kita anggap sebagai kesulitan atau musibah. Jika tidak mau mendapat banyak masalah maka jangan terlalu banyak keinginan. Semakin banyak keinginan semakin banyak kemungkinan memililki banyak masalah. Jika masalah sudah ada, maka kita harus menyelesaikannya, karena akan menjadi belenggu yang akan menghalangi kebahagiaan hidup kita. Menyelesaikan masalah biasanya disebut juga mengATASI masalah sehingga kita harus lebih tinggi dan lebih besar dari masalah sehingga masalah lebih mudah untuk diselesaikan.

Orang bijak mengatakan “orang besar mebghadapi masalah kehidupan ini adalah bagaikan raksasa mengangkat kapas, sedangkan bagi si berjiwa kecil, menanganinya seperti sikerdil mengangkat gunung”. Silahkan pilih yang mana?

Di dalam setiap kesulitan telah disediakan dua kemudahan oleh Alloh. Alloh berfirman dalam surat Asy-Syarh (94) ayat 5 – 6 :

          “Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sedungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap satu kesulitan ada dua kemudahan. Kita saja sebagai manusia yang tidak memiliki kesadaran untuk bersabar di awal musibah atau ujian atau kesulitan. Bersedihnya dulu yang dikedepankan karena apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Apa yang kita cita-citakan dan yang kita impikan tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal nih...semua sudah diukur dan ditetapkan Alloh sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan kita. Alloh lebih tahu dari kita apa yang kita butuhkan. Alloh memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, jika sama itu bonus...kata seorang sahabat yang menyadarkanku. Dan memang benar..apa yang kita anggap baik untuk kita belum tentu baik untuk kita dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk untuk kita boleh jadi sebaliknya. Alloh memberikan yang terbaik untuk kita. Skenario Alloh memang yang terindah. Karena akal kita terbatas.... inginnya yang baik-baik dan yang indah-indah menurut hawa nafsu kita atau yang menyenangkan dan membuat kita bahagia. Padahal semua itu belum tentu baik dan di ridhoi disisi Alloh.

          Sulit memang untuk melatih kesabaran disaat pukulan pertama pada saat kita mendapat kesulitan atau ujian. Karena hawa nafsu dan syetan sangat berperan disetiap aliran darah kita. Syetan sudah bersumpah kepada Alloh untuk menyesatkan manusia kecuali orang-orang yang mukhlis yaitu yang ikhlas kepada Alloh.

Alloh berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 156 - 157:

          “Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihinroji’un” sesungguhnya kami milik Alloh dan kepadaNyalah kami kembali”. 
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".

          Sedangkan Alloh akan memberikan balasan bagi orang yang sabar yang disebutkan dalam sebuah hadits :

          Abu Umamah r.a. mengatakan bahwa Raosulullah saw. Bersabda : “ Alloh swt berfirman, “Wahai anak Adam, jika kamu mampu bersabar dan mengharap ridhaKu ketika guncangan pertama ujian, sungguh Aku tidak ridha untuk memberimu balasan selain surga”. (HR. Ibnu Majah, 1586)

          Mari kita hunjamkan dalam dada kita dan kita imani dalam-dalam ayat berikut dalam surat Fatir (35) ayat 2 :

          “Apa saja diantara rahmat Alloh yang diaugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahanNya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah  Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.

Jadi..meskipun kita bersikeras ingin mendapatkan sesuatu jika itu masih ditahan oleh Alloh...tidak akan pernah kita mendapatkan. Sedangkan apa yang akan dikaruniakan Alloh untuk kita tidak akan ada yang bisa menghalanginya...atau menahannya untuk kita. Sehingga dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini setelah kita bekerja, berusaha, dan berdo’a...maka kita pasrahkan apapun kehendak Alloh hasilnya. Kita ihklas apapun yang diberikan oleh Alloh untuk kita. Di awal mungkin sedih memang wajar kita manusia mempunyai hawa nafsu untuk bahagia jika yang kita inginkan sesuai dengan kenyataan..namun ingat ada yang lebih Berkuasa atas segala sesuatu pemilik Langit dan Bumi dan segala isinya. Manusia punya usaha Alloh punya Kuasa/Kehendak. Suka-suka Alloh memberi karunia kepada kita sesuai kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh. Sesuai kadar kecintaan kita kepada Alloh dengan jalan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya sekuat tenaga dan sepenuh hati. Jika kita mencintai Alloh maka Alloh akan mencintai kita.

          Bagaimana cara kita mencintai Alloh ? selain menjalankan ibadah yang wajib, kita harus menjalankan ibadah yang sunnah, amar  ma’ruf nahi munkar. Mencintai dan membenci karena Alloh. Saling mencintai, saling mendo’akan sesama muslim ketika saudara kita tidak ada disamping kita. Bahkan ketika kita berjauhan...bila kita mendo’akan saudara atau sahabat-sahabat kita, malaikat akan mengamini dengan mendo’akan kita seperti yang kita do’akan untuk sahabat-sahabat kita.

          “Doanya seorang muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, “Aamiin”. Dan engkau akan mendapatkan yang serupa”.

          “Barangsiapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Alloh mengabulkan dan bagimu semoga mendapat yang sepadan”.

          “Alloh berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku dan saling memberi karena-Ku”.

          “Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya”.

          “Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya. Dan sebaik-baik orang yang bertetangga disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada tetangganya.

               "Aku berlindung kepada Alloh dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk (tidak takut) kepada Alloh, hawa nafsu yang tiada puasnya dan do'a yang tidak dikabulkan".

Kebenaran hanya milik Alloh..semoga Alloh mengampuni jika ada kesalahan dalam tulisan ini. Wallohu’alam bisshawab.

#edisi muhasabah diri, Jum’at 23 Maret 2017.
#semoga bermanfaat.

                                                                   

Sabtu, 18 Maret 2017

AKU, BUKU DAN MEMBACA

KATA PENGANTAR
                Bismillahirrohmanirrohim segala puji hanya milik Alloh SWT., sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, sahabat, tabiit dan tabiin, dan semoga kita mendapat syafaatnya di Yaumul Akhir nanti. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
                Alhamdulillah berkat Rahmat Alloh SWT saya bisa menyelesaikan tulisan sederhana ini dalam rangka mengikuti lomba menulis Essai yang berjudul “AKU, BUKU DAN MEMBACA” dimana untuk pertama kalinya saya mengikuti lomba. Semoga menjadi penyemangat awal yang baik bagi saya untuk belajar menulis walaupun masih banyak kekurangan di sana sini dan masih jauh dari sempurna. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca untuk Gemar Membaca Buku.  Karena Alloh SWT. pertama kali menurunkan perintah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad adalah perintah untuk membaca yaitu dalam surat Al Alaq ayat 1-5.  Berarti membaca merupakan kewajiban bagi ummat Islam yang utama adalah membaca kitab suci Al Qur’an yang merupakan pedoman hidup kita di dunia dan di akhirat. Disamping itu juga membaca buku-buku yang lainnya, tidak kalah pentingnya yaitu membaca yang bukan buku seperti membaca fenomena-fenomena alam hidup dan kehidupan kita yaitu ayat-ayat qauniyah. Kita harus bisa membaca fakta yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Maksudnya apa yang ada dibalik setiap kejadian pasti ada sesuatu yang menyertainya.
                Terselesaikannya tulisan singkat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama seorang sahabat yang sejak dulu kehadirannya menjadikanku bisa move on lagi setiap aku sedang down. Dari dia aku jadi rajin lagi membaca dan menulis yang selama 23 tahun kutinggalkan. Dan sebagai hadiah ulang tahunnya yang tepat selesainya tulisan ini. Semoga kebaikannya dibalas oleh Alloh dengan syurgaNya
                Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis tentunya, dan pembacanya umumnya.

                                                                            Tulungagung, 26 Februari 2017

BUKU DAN MEMBACA

Bismilllahirrohmanirrohiim.
1.    Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan.
2.    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.    Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
4.    Yang mengajar (manusia) dengan pena.
5.    Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
(QS. Al Alaq (96) :1-5)

                Membaca adalah jendela dunia. Orang yang sehari saja tidak membaca, maka pembicaraannya tidak enak di dengar.(Jhon F. Kennedy)
Maka kemampuan membaca merupakan syarat utama bagi setiap orang yang memimpikan sukses di bidang apapun yang diinginkan dan diimpikan. “you are your read”. Ingin jadi guru yang sukses, murid yang sukses, bisnisman yang sukses, direktur yang sukses, seniman yang sukses dan sebagainya harus bisa membaca yang di atas kertas yaitu membaca tentang ilmu yang berkenaan dengan bidang yang sedang digelutinya , disamping membaca yang tertulis  juga harus bisa membaca yang tidak tertulis.
                Misalnya jika dia seirag guru harus suka membaca tentang seluk beluk ilmu pendidikan dan perkembangan anak. Jika dia bisnisman dia harus panda membaca peluang. Jika dia seorang politikus harus mahir membaca kekuatan lawan politiknya. Dan jika dia seorang seniniman harus bisa membaca hal yang digemari konsumennya dan moment yang sedang menjadi trending topik. Bahkan seorang ulamapun juga harus membaca dan belajar untuk meningkatkan kemampuan mentransfer tsaqofah Islam kepada ummat agar bisa membangkitkan ummat di jaman jahiliyyah modern ini. Dimana tantangannya semakin sulit karena pengaruh budaya dan pemikiran barat begitu dahsyat merusak dari balita, anak-anak, remaja, dewasa dan bahkan sampai orangtua. Karena kemajuan teknologi di dunia maya dan internet begitu cepat dan demikian mudah diacces dari anak Tk, SD  hingga orang awan.. hmm.. sungguh miris jika melihat dan memikirkan nasib generasi kita mendatang. Semoga diantaranya  masih ada calon-calon pemimpin yang sholeh dan amanah.

Orang yang gemar membaca buku akan menjadi PANDAI. Tetapi orang yang bisa membaca alam yaitu hidup dan kehidupan ini akan menjadi orang cerdik. Banyak orang pandai di sekolah ternyata bodoh di lapangan, karena mereka kurang membaca yang bukan buku yakni membaca faklta yang terindra. Jika ingin menjadi sukses di bidang apapun yang sedang digeluti harus rajin membaca. Apalagi jika ingin menjadi penulis harus rajin dan banyak membaca buku maupun  membaca fenomena alam.
Untuk menjadi orang yang hebat di bdang apapun harus melalui jatuh bangun. Saat ujian datang silih berganti  jangan bersedih karena itu adalah bagian dari proses yang harus  kita lalui agar tercipta hidup dan kehidupan yang  lebih bermutu. Kuat dan sabar ketika menanggung derita atau kegagalan adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bermakna. Untuk hidup yang lebih bermartabat tidak selalu dikelilingi oleh sesuatu yang nikmat. Diperlukan rasa sakit, perasaan yang tidak nyaman, hinaan, dan segala derita yang terkadang datang tanpa kita undang, itulah proses yang kita lalui untuk mendapatkan sari pati kehidupan. Jika saat hidup kita “nyaman” atau di “zona nyaman”, tenang dan tak ada cobaan, sering melenakan tanpa kita sadari. Boleh jadi kondisi seperti ini adalah awal dari menurunnnya kehidupan kita. Jika hidup diibaratkan dengan mengayuh sepeda..saat kita tak perlu berkeringat ketika  mengayuhnya berarti pertanda jalannya menurun. Tetapi bila kita harus mengayuh sepeda itu dengan kekuatan penuh dan berkeringat jalanan sedang menanjak, pertanda kehidupan kita sedang menanjak menuju puncak yang Anda impikan dan harapkan.

Bila ternyata cobaan tidak kunjung datang, buatlah kegiatan yang bernyali dan menantang, ada resiko gagal.dalam kegiatan itu, tapi juga ada manfaat besar yang bisa Anda peroleh bila kegiatan itu berhasil. Percayalah ...bila kita sering menghadirkan kegiatan yang menantang, hidup menjadi ringan. Sebaliknya, bila kita sering menghindari tantangan, hidup kita akan stagnan dan membuahkan derita di hari kemudian. Andapun tidak akan menemukan saripati kehidupan bila tidak sabar saat menghadapi proses kehidupan. Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam membaca keadaaan, dan terus belajar dengan membaca berbagai literatur yang berhubungan dengan tujuan dan impian yang ingin kita capai.
Jadi jika ingin sukses di bidang yang sedang ditekuni maka syarat mutlak yang tidak boleh ditawar adalah bahwa Anda harus suka membaca baik buku maupun membaca yang bukan buku yaitu fenomena kehidupan karena hidup dan kehidupan ini adalah dinamis...jika tidak bergerak akan tertinggal bahkan tergerus oleh perkembangan jaman. Apalagi jaman globalisasi sekarang ini dunia teknologi informasi semakin pesat berkembang...dunia semakin sempit..yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh. Misal suatu hari sebuah keluarga sedang berada di ruang keluarga, kelihatannya sedang berkumpul dengan keluarga...tetapi mereka memegang gadget masing-masing, mereka berhubungan dengan teman-temannya di dunia maya, sedang keluarga di sampingnya tidak disapa atau tidak ada komunikasi diantara mereka. Bukan disitu saja...di tempat umum juga demikian..di antrian, di dalam kereta api di dalam bis, orang-orang yang duduk di kanan kiri tidak di hiraukan atau sekedar menyapa dan berkenalan, mereka sibuk dengan gadget masing-masing. Sungguh fenomena yang sudah tidak asing lagi dimanapun kita berada. Itulah dampak negatif perkembangan teknologi. Jika kita tidak cerdas menyikapinya.

Dampak negatif terparah adalah hilangnya minat baca, karena sudah tersibukkan dengan gadget, memang kita juga bisa membaca di internet yaitu facebook dan WhatsApp  hal-hal yang kita perlukan tersedia dengan cepat, ingin membaca apa saja bisa kita akses dengan cepat. Itu kalau yang bijak menyikapinya, yang tidak ....yang dibaca yang tidak bermanfaat bahkan yang tidak patut kita lihat bisa diacces tanpa sensor. Kembali kepada minat baca....dulu kita menunggu antrian dengan membaca buku, sekarang membaca WhatsApp dan pesan lain atau chat dengan teman di dunia maya. Sadar dengan hal tersebut, saya merasa capek dengan WhatsApp, sering merasa tak nyaman... harus buka dan menghapus tiap hari bahkan satu hari harus dibuka beberapa kali.karena jika tidak dihapus ..hp akan hang dan error. Nah.. sekarang mari kita kembali berteman dengan buku, di dalam buku “La Tahzan” karya Dr. ‘Aidh al-Qarni dikupas panjang lebar tetang manfaat membaca,  sebaik-baik teman duduk adalah buku. Dia tidak akan membuat kita bosan, sahabat yang tidak akan menipu kita dan membohongi kita.  Meluangkan waktu untuk mengkaji menyempatkan diri untuk membaca, dan mengembangkan kekuatan otak dengan hikmah-hikmah, bisa membuat kebahagiaan tersendiri. Buku adalah sesuatu yang kita pandang akan memberikan kenikmatan yang panjang, dia akan menajamkan  kemampuan intelektual, membuat lidah tidak kelu dan membuat ujung jemari semakin indah. Dia akan memperkaya ungkapan-ungkapan kita, akan menenangkan jiwa, dan akan mengisi dada. Yang ini sudah saya buktikan...jika saya sedang dalam zona lemah iman dan jiwa, maka bukulah yang menghibur dan menyembuhkannya, buku selalu berada di tempat tidur saya, buku adalah teman setia saya dalam suka dan duka. Ketika duka kutemukan hikmah di sana, terutama buku-buku agama yang mengandung nasehat-nasehat. Dengan buku kita akan mengetahui sesuatu hanya dalam sebulan bahkan setiap saat. Dengan buku kita tidak harus bersusah payah mencari pengajar,.
Buku adalah pilihan terbaik bagi orang-orang yang kosong untuk menghabiskan waktu siangnya dan orang-orang yang suka bersenang-senang menghabiskan malam-malam mereka. Buku adalah sesuatu yang tanpa kita sadari, memberikan dorongan untuk mencoba, menggunakan nalarnya, membentuk kepribadiannya, menjaga kehormatan mereka, meluruskan agama mereka dan mengembangkan harta mereka.
Berikut kisah-kisah para ulama salaf pecinta buku :
1.    Al-Muhallab berwasiat kepada anak-anaknya : “ Wahai anak-anakku, janganlah kalian tinggal di pasar, kecuali dekat dengan pembuat baju besi dan pembuat kertas”.
2.    Seorang Syaiikh dari Syam menulis tentang catatan sejarah Ghathafaan : “ Semua kebajikan menjadi sirna kecuali di dalam buku-buku”.
3.    Al-Hasan al-Lu’lui berkata:” Saya melakukan perjalanan selama empat puluh tahun, dan saya tidak pernah tidur siang, tidak pula pada malam hari dan tidak pula bersandar, kecuali buku selalu saya letakkan di dada”.
4.    Ibnu al-Jahm berkata: “Jika kantuk datang menyerang sebelum waktunya tidur, maka saya akan mengambil salah satu buku dari buku-buku hikmah. Dengan buku itu saya merasakah adanya gelora untuk mendapatkan nilai-nilai dan adanya kecintaan terhadap perbuatan-perbuatan baik yang menyeruak ketika saya mendapatkan sesuatu ;yang menarik, dan meliputi hati dengan kebahagiaan. Ketika  perasaan hati dalam kondisi sangat senang, membaca dan belajar akan lebih punya kekuatan untuk membangunkan daripada suatu keledai dan bunyi reruntuhan yang mengejutkan.
5.    Ibnu al-Jahm berkata lagi :”Saya sangat senang dan cinta buku. Dan, bila saya berharap unttuk mendapatkan manfaat darinya, maka Anda akan melihat saya jam demi jam memeriksa berapa halaman lagi yang tersisa, karrena takutnya mendekati halaman terakhir, dan, bila buku itu berjilid-jilid dengan jumlah halaman yang banyak, maka sempurnalah hidup ini dan lengkaplah kegembiraan ini”.

Sedangkan kitab paling mulia dan paling tinggi adalah Al Qur’an, dalam surat Al A’raf ayat 1 :
“ Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kita itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman”
Faedah membaca di dalam buku “La Tahzan” disebutkan antara lain :
1. Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan dan kesedihan.
2. Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3. Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
4.    Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan.
5.    Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
6.    Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran dan membersihkan hati nurani.
7.    Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak dan pemahaman ulama.
8.    Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata
9.    Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan pemberi nasehat yang pa;ling  agung, pendorong jiwa yang paling besar dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.
10. Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma.
11. Membaca dapat membantu memahami proses terjadinya kata secara lebih detil, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk  memahami apa yang berada di balik tuliasan.


KESIMPULAN

Dari ulasan di atas bisa kita ambil  kesimpulan bahwa betapa pentingnya membaca, dan Allohpun telah memerintahkan kita untuk membaca pada firmanNya yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi sangatlah aneh sebenarnya jika tidak membiasakan diri dan meluangkan waktu untuk membaca. Pernah disindir seorang teman doktor bahkan dalam pelatihan pelatihan bahwa sarjana Indonesia tidak gemar membaca. Jadi kemampuan pengetahuannya tetap tidak bertambah.  Apalagi orang awan .. masih sedikit yang suka membaca. Apalagi generasi muda juga masih banyak yang belum mempunyai minat baca. Mari mulai dari diri kita dan mulai sekarang kita budayakan membaca dan kita luangkan waktu yang tetap untuk membaca terutama membaca kita suci Al Qur’an dilanjutkan mentadabburi dan membaca ilmu-ilmu yang lain, ilmu agama lebih-lebih karena ilmu Alloh itu sangat luas ..diibaratkan bahwa jika air laut dijadikan tinta maka tidak akan habis untuk menuliskan ilmu Alloh.
Nah, mari kita paksa diri kita untuk membaca dan membaca dimanapun dan kapanpun di sela-sela waktu luang kita. Karena betapa banyaknya manfaat dari membaca..
 Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat bagi saya sebagai penulis khususnya dan pembaca, agar termotivasi untuk membaca. Jika sudah mulai membaca mari lebih kita tingkatkan namun jika belum mari kita segera memulai membaca. Karena seorang penyair mengatakan “ Kehidupan jiwa adalah konsep dan makna, bukan yang engkau makan dan minum”. Wallohu’alam bi sowab.

Ya Alloh aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak takut (khusyuk) kepadaMu, nafsu yang tidak ada puasnya dan do’a yang tidak dikabulkan”.
Aaminn Allohumma Aamiin.

DAFTAR PUSTAKA :
1.    Al Qur’an dab terjemah “CORDOVA”, sygma exagrafika, 2012.
2.    “La Tahzan”, Jangan Bersedih, Dr. ‘Aidh al-Qarni, Qisthi Press, 2008.

3.    49 Hari Menjadi Guru Idola Luar Biasa dan Kaya Raya, Dr. HM. Taufiqi, S.P., M.Pd., CV. Media Sutra Atiga, 2014.

Rabu, 25 Januari 2017

DEMI MASA

Dengan menyebut nama Alloh Yang Maha |Pengasih dan Peyayang

Demi masa
Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling nasehat menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran. (QS. Al Asr(103) : 1-3)

Sebuah nasehat melalui syair lagu berikut yang begitu dahsyat mengena diri bila diresapi dan ditafakkuri, mari kita hunjamkan dalam hati kita syair lagu berikut :

Demi masa .. sesungguhnya manusia kerugian..
Kecuali yang beriman dan beramal sholeh
Dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran
Ingat lima perkara sebelum lima perkara..
Muda sebelum Tua
Kaya sebelum Miskin
Lapang sebelum Sempit
Sehat sebelum sakit
Hidup sebelum Mati

          Pernahkah kita mentafakkurinya...betapa takutnya kita jika mengingat detik demi detik,,menit demi menit,,,jam demi jam...hari demi hari,,,bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun berlalu dari kehidupan kita ada yang terlewat dari beramal sholeh atau berbuat baik,..bahkan dosa yang kita buat baik yang kita sengaja maupun tidak sengaja. Sebab manusia tempat salah dan dosa dan syetan selalu tiada henti menggoda kita untuk dijadikan teman di neraka. Meskipun diri kita sudah sekuat tenaga membentengi diri dengan berusaha beribadah di khusyuk-khusyukkan, dzikir, membaca Al Qur'an dan sebaigainya...syetan tetap bisa menggoda kita dengan meningkatkan levelnya juga. Semakin tinggi iman seseorang syetannya semakin pandai juga. Sehingga tiada seorangpun di dunia ini yang luput dari godaan syetan kecuali Nabi Muhammad S.A.W dan Sahabat Umar Bin Khattab RA. yang ditakuti oleh syetan.
         
         Sedangkan kehidupan di dunia ini merupakan perjalanan kita untuk mencari bekal untuk kehidupan kita yang kekal di kampung akhirat kelak yang hanya ada dua pilihan syurga dan neraka. Masya Alloh mengerikan sekali. Semoga kita selamat dan pantas masuk syurga. Saya penulis juga tidak lebih baik dari Anda Pembaca... Disini saya juga mengingatkan diri sendiri khususnya juga Pembaca... mari kita memantaskan diri untuk meraih Syurganya ..dengan menjalankan perintahNya dan meninggalkan laranganNya dengan sepenuh hati.  Dan kehidupan ini demikian komplek dengan berbagai permasalahan baik pribadi, masyarakat bahkan negri ini...Hadeh...pusinglah kita..jika tiada iman di dada..jika iman di dada tidak sering-sering di cass dengan beerbagai ilmu akhirat agar kita selamat dalam menyikapi dan menapaki perjalalan hidup dan kehidupan kita di dunia ini. Saya jadi takut juga dalam menulis ini...membayangkan kehidupan kita di kampung akhirat nanti,,,,semoga kita semua selamat dunia dan akhirat...Amiinn Yaa Robal Aalamiin....

       Mari kita kupas satu persatu lirik lagu diatas sebagai muhasabah diri :

1. Muda sebelum Tua
    
    Gunakan masa mudamu sebelum datang masa Tua yang tiada lagi bisa selincah masa Muda...dalam berkarya maupun dalam beribadah. Yang mana semakin tua semakin lemah tubuh dan penyakit bermacam-macam datang. Selain memang sudah sunnstulloh bahwa semakin tua semua anggota tubuh semakin lemah... misal: karena di masa muda sangat giat bekerja mencari uang hingga lupa waktu mumpung masih muda bekerja mencari harta dunia..lembur sana lembur sini hingga larut malam tanpa memperhatikan kesehatan, juga pola makan yang tidak diatur hingga menyebabakan munculnya penyakit kolesterol, darah tinggi, jantung, kencing manis dsb. Yang semua itu bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Alloh. Sebaliknya bagi mereka yang sadar dengan menggunakan masa muda untuk giat melaksanakan berbagai ketaatan dengan sepenuh hati maka dikatakan dalam sebuah hadits bahwa pahala amalan di masa muda akan juga diberikan Alloh di saat kita tua lemah dan tidak sekuat lagi seperti masa muda. Nah,,,,itu pilihan..mari kita gunakan sisa usia kita untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketaatan kepada Alloh...juga dalam rangka mengingatkan diri sendiri.

2. Kaya sebelum Miskin

          Selagi diuji dengan kelebihan harta gunakan untuk menemani kita di akhirat nanti, Jangan mau berpisah dengannya. Maksudnya dengan bersedekah lebih banyak justru akan banyak harta yang menolong kita nanti di Yaumul Akhir. Karena harta kita sebenarnya adalah yang kita nafkahkan di jalan Alloh dan yang kita sedekahkan. Tidak perlu kita menunggu kaya sebenarnya untuk berinfaq...dan bukan hanya untuk orang kaya saja kewajiban ini...namun untuk semua orang baik dalam keadaan lapang ataupun sempit. Tetapi bagi orang yang bergelmang harta sangat dianjurkan karena harta yang banyak nanti malah membebani kita di Yaumul akhir nanti. Apalagi yang kurang sedekahnya alias ...pelit bin medit..hehehe.. Bukan berarti penulis lebih baik dari pembaca...kita saling berbernah diri... semoga hati kita dipenuhi dengan cahaya keimanan hingga kelak di akhir nanti.. Aamiin.

3. Lapang sebelum sempit.

          Hampir sama dengan kelapangan rizki...penulis menambahkan mungkin dalam kelapangan hati,,kelapangan waktu... Ketika hati kita lapang..dalam memaafkan,.segera memberi maaf kepada orang yang menyakiti kita sebelum dia minta maaf. Ini ringan dikata sulit dilaksanakan...hehehe pengalaman pribadi. Dalam hal kelapangan waktu...ini sangat melenakan kita.. Selagi masih ada waktu selagi kita masih diberi nafas... mari untuk diri sendiri...kita berusaha melaksanakan dengan segenap kemampuan kita untuk beribadah..misal..rutin melaksanakan sholat tepat waktu usahakan berjamaah terutama untuk laki-laki di masjid diupayakan, melaksanakan sholat-sholat sunnah, puasa sunnah... yang semua itu untuk melengkapi ibadah wajib kita yang belum bisa sempurna. Dan masih banyak lagi amalan yang bisa lakukan...silaturahmi, saling menasehati/dakwah...dsb.

4. Sehat sebelum sakit

            Kesehatan juga sangat melenakan kita. Kita baru merasakan nikmatnya sehat ketika kita sudah diuji sakit. Betapa nikmatnya ibadah jika kita sehat. Sedang ketika kita diuji sakit...untuk berdzikir saja sangat berat karena kita sibuk merasakan sakit kita. Sedangkan banyak pahala dikala kita sakit sebenarnya...jika kita ikhlas dan senantiasa berdzikir Subhanallohi Wal Hamdulillah Wala Ilaaha Illallah Wallohu akbar Wala Haula Wala Quwwata Illa Billah. Dan masih banyak lagi dzikir dan amalan lain. Nah...mari kita syukuri kesehatan kita dengan mempergunakannya dengan sebaik-baiknya untuk ketaatan kepada Alloh.

5. Hidup sebelum Mati

             Subhanalloh....kematian bukanlah akhir segalanya. Kematian adalah salah satu fase untuk menuju alam berikutnya. Namun,,kematian adalah berakhinya kesempatan kita untuk beramal..beribadah sebagai bekal kita menghadapNya. Habislah masa kita untuk memperbaiki diri, bertaubat memohon ampun atas dosa-dosa kita... Untuk itu selagi kita masih hidup..selagi kita masih diberi nafas hari ini.. bisa bangun ...masih bisa menikmati indahknya dunia..(.yang sebenarnya adalah kesenangan yang menipu)... mari kita gunakan sebaik-baiknya...awali hari dengan membaca Al Qur'an, dzikir pagi, Sholat dhuha, do'a keluar rumah.. agar dalam menjalankan berbagai aktivitas di hari ini dan hari-hari selanjutnya bernilai ibadah dan diberi kemudahan dalam berbagai urusan kita masing-masing, Serta semoga dilindungi dari berbagai musibah baik di dunia maupun di akhirat...yang tidak kalah adalah semoga kita dihindarkan atau dikurangi dari godaan Syetan Laknatulloh..hmm...'Audzubillahhi minasysyaithonirrojim..Akuberlindung kepada Alloh dari segala godaan syetan yang terkutul. Bismillahirrohmanirrohiim.


          Demikian edisi muhasabah untuk diri sendiri semoga bisa memberi manfaat kepada pembaca. Saya penulis tidak lebih baik dari Anda ...tetapi berusaha untuk memperbaiki diri dan agar menjadi lebih baik dari hari-hari dan tahun-tahun kemarin. Semoga kita semua bisa lebih baik dari hari ke hari. Diberi kekuatan iman dan taqwa yang senantiasa bertumbuh setiap detik masa kita. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.












Selasa, 17 Januari 2017

SKENARIO ALLOH ADALAH YANG TERBAIK



          Jangan pernah minta pindah kondisi kepada Alloh. karena kondisi apapun yang kita alami saat ini adalah yang terbaik dari Alloh. Alloh lebih tahu yang terbaik untuk kita.Senang susah, baik buruk bahagia bersedih adalah semua kondisi yang telah dipilihkan oleh Alloh untuk kebaikan kita. Meminta pindah kondisi berarti tidak ridho dengan ketentuan Alloh.

         Ketika kita sedang mengalami kondisi tidak enak menurut kita, sebaiknya kita melihat kepada keadaan yang dibawah kita atau kita tidak menginginkan sesuatu yang di atas kita. Hal inilah yang membuat kita akan merasa sedih,susah dan mengeluh, yang menandakan bahwa sebenarnya kita tidak ridho dengan ketentuan Alloh.

         Ketika kita sedang sakit jangan minta untuk tidak sakit, jika kita sedang kekurangan jangan minta untuk berkelebihan, jika kita sedang mendapat musibah jangan minta untuk dihilangakan, karena dibalik semua itu ada hikmah yang terindah. Namun...kita diwajibkan untuk berdo'a dan berikhtiar agar diberi kekuatan untuk menghadapi segala kondisi kita dan senantiasa istiqomah dalam ketaatan apapun kondisi kita.

        Kondisi tidak enak karena kita melihat yang lebih enak, kondisi sakit karena melihat yang sehat..padahal dalam setiap kondisi ada hikmah misalnya ketika kita diuji dengan sakit disana ada hikmah terhapusnya dosa jika kita ridho dan berikhtiar yang benar sesuai syariah, tidak mengeluh. Sebagaimana kisah Nabi Ibrahim ketika dibakar oleh Raja Namrud, para Malaikat menawarkan bantuan kepada Nabi Ibrahim agar selamat tidak kepanasan/tidak terbakar, yaitu Malaikat pengendali angin akan meniupkan angin untuk memadamkan api, malaikat penurun hujan akan menurunkan hujan dll. Namun Nabi Ibrahim berkata bahawa karena aku sangat mencintai Alloh,maka Alloh pasti Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku, sehingga di dalam kobaran api Nabi Ibarahim tidak merasakan panas atau tidak mempan dibakar. juga ketika mempunyai putra pertama Ismail diperintahkan oleh Alloh untuk ditinggal sendirian dengan Ibu Hajar di tengah Padang Pasir yang gersang....jika tidak dengan penuh ketaatan dan kepercayaan yang kuat kepada Alloh tidak akan tega untuk meninggalkannnya...terciptalah Air Zam Zam yang hingga sekarang melimpah ruah airnya. Ditambah lagi ketika Ismail menginjak remaja dan baru bertemu...oleh Alloh diperintahkan untuk menyembelih...Nabi Ibrahim juga tidak pernah mengeluh dengan semua perintah Alloh..diganti dengan domba yang besar... Buktinya apa...semua ujian yang menimpa Nabi Ibrahim ketika dijalankan dengan penuh ketaatan dan keikhlasan berbuah manis dan diganti oleh Alloh dengan yang lebih baik dan diluar dugaan akal sehat.

         Nah...kita sebagai manusia biasa tidak luput dari ketidaknyamanan kondisi yang menimpa kita. Dari paparan di atas kita bisa mencoba mengambil ibroh dari pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya di dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh ketika menerima ujian...agar hati kita tidak mudah mengeluh dan bersedih ketika menerima kondisi yang tidak enak menurut kita karena menurut Alloh adalah yang terbaik.

         Karena dibalik ujian senang atau susah ada hikmah terbaik untuk kita. Dan kehendak Alloh adalah yang terbaik untuk kita. Alloh tidak salah menempatkan kita pada tempat kita saat ini. Berdo'ah dan teruslah berdo'a untuk memohon kekuatan dan keistiqomaahan kita dalam ketaatan kepada Alloh dan RosulNya dalam situasi dan kondisi apapun.
Hasbiyalloh wa nikmal wakil nikmal maula wa nikmannashir.

Selasa, 10 Januari 2017

Dikala Galau Menyapa


Disaat  kalian mengetahui sesuatu yang membuatmu sakit hati.

Maka berhentilah untuk mencari tahu.

Besipun juga harus ditempa  dengan dipanaskan agar bisa menjadi pisau yang tajam.

Jadikan sholat dan sabar sebagai penolongmu.

Bersabarlah dan kuatkan kesabaranmu...

Alloh beserta orang-orang yang sabar..

Pahala terbesar adalah pahala sabar..

Alloh memberi pahala tanpa batas bagi orang-orang yang sabar.


Tetap Semangat