Sabtu, 02 Oktober 2021

Pandemi Covid-19 Hampir Usai

 Alhamdulillah keadaan semakin hari semakin membaik. Hampir tidak lagi terdengar ucapan Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un di berbagai media. Baik media pengumuman langsung dari masyarakat melalui masjid, musholla maupun media sosial lain, seperti Facebook dan grup WhatsApp. Yang mana beberapa bulan kemarin sehari tidak kurang dari tiga kali kata istirjak menghiasi medsos. Dari tokoh, ulama, ilmuwan, dosen, dokter, perawat, guru, bahkan rakyat biasa tak pandang bulu semua bisa terpapar covid-19 dan bisa meninggal dunia.


Setelah keadaan mencekam di beberapa bulan kemarin akibat adanya lonjakan kedua peningkatan pandemi Covid-19, Dengan keadaan yang mencekam, kematian demi kematian susul menyusul, dari kerabat, tetangga hingga anggota keluarga. Akhirnya, kini mulai reda, Semoga terus membaik.


Alhamdulillah pembelajaran tatap muka terbatas disambut dengan penuh semangat oleh orangtua, anak-anak didik dan guru. Karena sudah merasa jenuh dengan pembelajaran daring/online. Meskipun pembelajaran juga masih ada daringnya. Istilahnya metode pembelajaran blended learning. Ini sudah bisa sedikit mengurai kejenuhan belajar di masa pandemi ini. Sistem pembelajaran yang menggunakan sistem shift ini ada hikmahnya juga yaitu sebagai guru bisa memberikan perhatian lebih banyak kepada anak didik karena jumlahnya sedikit dibanding jika semua masuk bersamaan. Kelemahannya guru sedikit bertambah tugasnya dengan mengajar pelajaran sama dua kali, sedikit tambah tugas. Selain itu untuk anak-anak usia dini atau Paud ada resiko yang lebih besar jika masuk tatap muka yaitu resiko jatuh ketika mainan di luar ketika naik tangga mainan, berlari-lari, dan resiko berebut mainan. Ini yang tidak pernah terjadi ketika belajar online atau BDR (Belajar Dari Rumah). 


Ketika masuk pertama baru sadar akan resiko tersebut, karena sempat terlupakan dari ingatan bagaimana membersamai anak-anak bermain di sekolah. Maklum hampir 2 tahun tidak bertemu anak-anak. 


Apalagi anak-anak produk pandemi Covid-19 yang erat dengan gadget. Sehingga ketika di kelas hanya bisa konsentrasi beberapa menit. Selanjutnya rebahan, satu rebahan diikuti lainnya. Sehingga sulit dikendalikan hanya untuk berdo'a saja. Hehehe ... 


Sebagai pendidik kami harus sadar, sabar dan terus belajar meningkatkan diri, bagaimana melayani anak-anak di masa pasca pandemi covid-19 ini dengan lebih baik dan berkualitas.


Alhamdulillah di masa pandemi Covid-19 ini banyak sekali webinar maupun Belajar mandiri untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan sebagai pendidik untuk melayani anak-anak. 

To be continued

Tulungagung, 2 Oktober 2021 (23.09)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar