HIKMAH LOCKDOWN
Setiap yang terjadi
tak lepas dari kehendak Alloh. Semua sudah tertulis di Lauhul Mahfud. Tak
satupun bisa mengelak dan menghindarinya. Hanya pasrah, ridho, ikhtiar, do’a
dan tawakkal Illallah. Demikian yang harus kita lakukan, mengambil hikmah dari
setiap kejadian. Dengan penerapan lock down yaitu berdiam di rumah, semua
dikerjakan di rumah, tidak keluar rumah jika tidak benar-benar udzur syar’i
artinya tidak keluar jika tidak ada kerperluan yang mendesak.
Diantara hikmah lock down adalah :
A. A. POSITIF
1. Lebih banyak waktu untuk beribadah, membaca AL Qur’an, membaca buku-buku pengetahuan lainnya, memperdalam ilmu agama dll. Sudah menjadi habits sebelum Ramadan aktivitas setelah subuh adalah membaca Al Qur'an, berdzikir dan membaca buku atau belajar ilmua lainnya. Maka, ketika tiba bulan Ramadan aktivitas ini lebih nyaman karena kita tidak dituntut tergesa-gesa pergi ke tempat kerja, karena di masa pandemi ini bekerja online atau BDR (Belajar Dari Rumah). Sebagai seorang guru setelah memberi tugas bisa ditinggal, nanti sewaktu-waktu bisa dilihat dan dinilai hingga pukul 20.00. Karena waktu mengerjakan tugas sesuai degan kondisi orangtua dan kemauan anak, jadi waktu tidak terbatas sebagaimana masuk sekolah. Sehingga sebagai guru harus banyak bersabar, apalagi orangtua yang harus mendampingi Ananda di rumah lebih berat lagi.
Dengan adanya lockdown bisa kita memaksakan diri membaca Al Qur’a one day one juz.
2. Lebih
banyak waktu dengan keluarga. Membantu anak mengerjakan tugas on line. Memasak
untuk keluarga. Jika seorang wanita bisa menjadi istri sholehah. Kesempatan
mengabdikan diri dalam keluarga bagi yang biasanya menjadi wanita karier. Yang
sudah terbiasa di rumah, tambah pekerjaan membantu anak belajar on line.
3.
Terhindar
dari ngegosip karena dilarang berkumpul-kumpul dan jarakpun dibatasi harus 1
meter atau lebih.
4.
Cafe-cafe
ditutup. Alhamdulillah sehingga tidak ada anak-anak nongkrong membuang waktu
hingga subuh di cafe sambil main gawai/game
b. NEGATIF
1. Tidak ada pemasukan jika yang bekerja harian, misalnya para pedagang
keliling/di pasar. Meski ada, jelas berkurang, karena tidak banyak orang yang
berani keluar rumah jika tidak terpaksa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar