Kamis, 30 Maret 2017

MUHASABAH DIRI

JANGAN BERSEDIH KARENA TERTIMPA KESULITAN

Kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan-kesulitan itu, akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang  yang salih, merupakan wujud ketundukan kepada tiran, merupakan sebuah penyerahan diri kepada Dzat Yang Esa, merupakan sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk menjaga hati dengan bersabar, merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar. (La Tahzan)

Hidup ini memang hampir tidak selalu sama dengan yang kita harapkan. Perbedaan antara harapan dengan realita itulah yang disebut masalah dan kita anggap sebagai kesulitan atau musibah. Jika tidak mau mendapat banyak masalah maka jangan terlalu banyak keinginan. Semakin banyak keinginan semakin banyak kemungkinan memililki banyak masalah. Jika masalah sudah ada, maka kita harus menyelesaikannya, karena akan menjadi belenggu yang akan menghalangi kebahagiaan hidup kita. Menyelesaikan masalah biasanya disebut juga mengATASI masalah sehingga kita harus lebih tinggi dan lebih besar dari masalah sehingga masalah lebih mudah untuk diselesaikan.

Orang bijak mengatakan “orang besar mebghadapi masalah kehidupan ini adalah bagaikan raksasa mengangkat kapas, sedangkan bagi si berjiwa kecil, menanganinya seperti sikerdil mengangkat gunung”. Silahkan pilih yang mana?

Di dalam setiap kesulitan telah disediakan dua kemudahan oleh Alloh. Alloh berfirman dalam surat Asy-Syarh (94) ayat 5 – 6 :

          “Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sedungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap satu kesulitan ada dua kemudahan. Kita saja sebagai manusia yang tidak memiliki kesadaran untuk bersabar di awal musibah atau ujian atau kesulitan. Bersedihnya dulu yang dikedepankan karena apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Apa yang kita cita-citakan dan yang kita impikan tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal nih...semua sudah diukur dan ditetapkan Alloh sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan kita. Alloh lebih tahu dari kita apa yang kita butuhkan. Alloh memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, jika sama itu bonus...kata seorang sahabat yang menyadarkanku. Dan memang benar..apa yang kita anggap baik untuk kita belum tentu baik untuk kita dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk untuk kita boleh jadi sebaliknya. Alloh memberikan yang terbaik untuk kita. Skenario Alloh memang yang terindah. Karena akal kita terbatas.... inginnya yang baik-baik dan yang indah-indah menurut hawa nafsu kita atau yang menyenangkan dan membuat kita bahagia. Padahal semua itu belum tentu baik dan di ridhoi disisi Alloh.

          Sulit memang untuk melatih kesabaran disaat pukulan pertama pada saat kita mendapat kesulitan atau ujian. Karena hawa nafsu dan syetan sangat berperan disetiap aliran darah kita. Syetan sudah bersumpah kepada Alloh untuk menyesatkan manusia kecuali orang-orang yang mukhlis yaitu yang ikhlas kepada Alloh.

Alloh berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 156 - 157:

          “Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihinroji’un” sesungguhnya kami milik Alloh dan kepadaNyalah kami kembali”. 
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".

          Sedangkan Alloh akan memberikan balasan bagi orang yang sabar yang disebutkan dalam sebuah hadits :

          Abu Umamah r.a. mengatakan bahwa Raosulullah saw. Bersabda : “ Alloh swt berfirman, “Wahai anak Adam, jika kamu mampu bersabar dan mengharap ridhaKu ketika guncangan pertama ujian, sungguh Aku tidak ridha untuk memberimu balasan selain surga”. (HR. Ibnu Majah, 1586)

          Mari kita hunjamkan dalam dada kita dan kita imani dalam-dalam ayat berikut dalam surat Fatir (35) ayat 2 :

          “Apa saja diantara rahmat Alloh yang diaugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahanNya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah  Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.

Jadi..meskipun kita bersikeras ingin mendapatkan sesuatu jika itu masih ditahan oleh Alloh...tidak akan pernah kita mendapatkan. Sedangkan apa yang akan dikaruniakan Alloh untuk kita tidak akan ada yang bisa menghalanginya...atau menahannya untuk kita. Sehingga dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini setelah kita bekerja, berusaha, dan berdo’a...maka kita pasrahkan apapun kehendak Alloh hasilnya. Kita ihklas apapun yang diberikan oleh Alloh untuk kita. Di awal mungkin sedih memang wajar kita manusia mempunyai hawa nafsu untuk bahagia jika yang kita inginkan sesuai dengan kenyataan..namun ingat ada yang lebih Berkuasa atas segala sesuatu pemilik Langit dan Bumi dan segala isinya. Manusia punya usaha Alloh punya Kuasa/Kehendak. Suka-suka Alloh memberi karunia kepada kita sesuai kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh. Sesuai kadar kecintaan kita kepada Alloh dengan jalan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya sekuat tenaga dan sepenuh hati. Jika kita mencintai Alloh maka Alloh akan mencintai kita.

          Bagaimana cara kita mencintai Alloh ? selain menjalankan ibadah yang wajib, kita harus menjalankan ibadah yang sunnah, amar  ma’ruf nahi munkar. Mencintai dan membenci karena Alloh. Saling mencintai, saling mendo’akan sesama muslim ketika saudara kita tidak ada disamping kita. Bahkan ketika kita berjauhan...bila kita mendo’akan saudara atau sahabat-sahabat kita, malaikat akan mengamini dengan mendo’akan kita seperti yang kita do’akan untuk sahabat-sahabat kita.

          “Doanya seorang muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, “Aamiin”. Dan engkau akan mendapatkan yang serupa”.

          “Barangsiapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Alloh mengabulkan dan bagimu semoga mendapat yang sepadan”.

          “Alloh berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku dan saling memberi karena-Ku”.

          “Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya”.

          “Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya. Dan sebaik-baik orang yang bertetangga disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada tetangganya.

               "Aku berlindung kepada Alloh dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk (tidak takut) kepada Alloh, hawa nafsu yang tiada puasnya dan do'a yang tidak dikabulkan".

Kebenaran hanya milik Alloh..semoga Alloh mengampuni jika ada kesalahan dalam tulisan ini. Wallohu’alam bisshawab.

#edisi muhasabah diri, Jum’at 23 Maret 2017.
#semoga bermanfaat.

                                                                   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar