KATA
PENGANTAR
Bismillahirrohmanirrohim segala puji
hanya milik Alloh SWT., sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada
Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, sahabat, tabiit dan tabiin, dan semoga
kita mendapat syafaatnya di Yaumul Akhir nanti. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
Alhamdulillah
berkat Rahmat Alloh SWT saya bisa menyelesaikan tulisan sederhana ini dalam
rangka mengikuti lomba menulis Essai yang berjudul “AKU, BUKU DAN MEMBACA”
dimana untuk pertama kalinya saya mengikuti lomba. Semoga menjadi penyemangat
awal yang baik bagi saya untuk belajar menulis walaupun masih banyak kekurangan
di sana sini dan masih jauh dari sempurna. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca
untuk Gemar Membaca Buku. Karena Alloh
SWT. pertama kali menurunkan perintah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi
Muhammad adalah perintah untuk membaca yaitu dalam surat Al Alaq ayat 1-5. Berarti membaca merupakan kewajiban bagi ummat
Islam yang utama adalah membaca kitab suci Al Qur’an yang merupakan pedoman
hidup kita di dunia dan di akhirat. Disamping itu juga membaca buku-buku yang
lainnya, tidak kalah pentingnya yaitu membaca yang bukan buku seperti membaca
fenomena-fenomena alam hidup dan kehidupan kita yaitu ayat-ayat qauniyah. Kita
harus bisa membaca fakta yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Maksudnya
apa yang ada dibalik setiap kejadian pasti ada sesuatu yang menyertainya.
Terselesaikannya
tulisan singkat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama seorang
sahabat yang sejak dulu kehadirannya menjadikanku bisa move on lagi setiap aku
sedang down. Dari dia aku jadi rajin lagi membaca dan menulis yang selama 23
tahun kutinggalkan. Dan sebagai hadiah ulang tahunnya yang tepat selesainya
tulisan ini. Semoga kebaikannya dibalas oleh Alloh dengan syurgaNya
Semoga
tulisan ini bermanfaat bagi penulis tentunya, dan pembacanya umumnya.
Tulungagung,
26 Februari 2017
BUKU
DAN MEMBACA
Bismilllahirrohmanirrohiim.
1.
Bacalah
dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan.
2.
Dia telah
menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.
Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
4.
Yang
mengajar (manusia) dengan pena.
5.
Dia mengajarkan
manusia apa yang tidak diketahuinya.
(QS.
Al Alaq (96) :1-5)
Membaca
adalah jendela dunia. Orang yang sehari saja tidak membaca, maka pembicaraannya
tidak enak di dengar.(Jhon F. Kennedy)
Maka kemampuan membaca merupakan syarat utama
bagi setiap orang yang memimpikan sukses di bidang apapun yang diinginkan dan
diimpikan. “you are your read”. Ingin jadi guru yang sukses, murid yang
sukses, bisnisman yang sukses, direktur yang sukses, seniman yang sukses dan
sebagainya harus bisa membaca yang di atas kertas yaitu membaca tentang ilmu
yang berkenaan dengan bidang yang sedang digelutinya , disamping membaca yang
tertulis juga harus bisa membaca yang
tidak tertulis.
Misalnya
jika dia seirag guru harus suka membaca tentang seluk beluk ilmu pendidikan dan
perkembangan anak. Jika dia bisnisman dia harus panda membaca peluang. Jika dia
seorang politikus harus mahir membaca kekuatan lawan politiknya. Dan jika dia
seorang seniniman harus bisa membaca hal yang digemari konsumennya dan moment
yang sedang menjadi trending topik. Bahkan seorang ulamapun juga harus membaca
dan belajar untuk meningkatkan kemampuan mentransfer tsaqofah Islam kepada
ummat agar bisa membangkitkan ummat di jaman jahiliyyah modern ini. Dimana
tantangannya semakin sulit karena pengaruh budaya dan pemikiran barat begitu
dahsyat merusak dari balita, anak-anak, remaja, dewasa dan bahkan sampai
orangtua. Karena kemajuan teknologi di dunia maya dan internet begitu cepat dan
demikian mudah diacces dari anak Tk, SD
hingga orang awan.. hmm.. sungguh miris jika melihat dan memikirkan
nasib generasi kita mendatang. Semoga diantaranya masih ada calon-calon pemimpin yang sholeh
dan amanah.
Orang yang gemar membaca buku akan menjadi
PANDAI. Tetapi orang yang bisa membaca alam yaitu hidup dan kehidupan ini akan
menjadi orang cerdik. Banyak orang pandai di sekolah ternyata bodoh di
lapangan, karena mereka kurang membaca yang bukan buku yakni membaca faklta
yang terindra. Jika ingin menjadi sukses di bidang apapun yang sedang digeluti
harus rajin membaca. Apalagi jika ingin menjadi penulis harus rajin dan banyak
membaca buku maupun membaca fenomena
alam.
Untuk menjadi orang yang hebat di bdang
apapun harus melalui jatuh bangun. Saat ujian datang silih berganti jangan bersedih karena itu adalah bagian dari
proses yang harus kita lalui agar
tercipta hidup dan kehidupan yang lebih
bermutu. Kuat dan sabar ketika menanggung derita atau kegagalan adalah kunci
menuju kehidupan yang lebih bermakna. Untuk hidup yang lebih bermartabat tidak
selalu dikelilingi oleh sesuatu yang nikmat. Diperlukan rasa sakit, perasaan
yang tidak nyaman, hinaan, dan segala derita yang terkadang datang tanpa kita
undang, itulah proses yang kita lalui untuk mendapatkan sari pati kehidupan.
Jika saat hidup kita “nyaman” atau di “zona nyaman”, tenang dan tak ada cobaan,
sering melenakan tanpa kita sadari. Boleh jadi kondisi seperti ini adalah awal
dari menurunnnya kehidupan kita. Jika hidup diibaratkan dengan mengayuh
sepeda..saat kita tak perlu berkeringat ketika mengayuhnya berarti pertanda jalannya menurun.
Tetapi bila kita harus mengayuh sepeda itu dengan kekuatan penuh dan
berkeringat jalanan sedang menanjak, pertanda kehidupan kita sedang menanjak
menuju puncak yang Anda impikan dan harapkan.
Bila ternyata cobaan tidak kunjung datang,
buatlah kegiatan yang bernyali dan menantang, ada resiko gagal.dalam kegiatan
itu, tapi juga ada manfaat besar yang bisa Anda peroleh bila kegiatan itu
berhasil. Percayalah ...bila kita sering menghadirkan kegiatan yang menantang,
hidup menjadi ringan. Sebaliknya, bila kita sering menghindari tantangan, hidup
kita akan stagnan dan membuahkan derita di hari kemudian. Andapun tidak akan
menemukan saripati kehidupan bila tidak sabar saat menghadapi proses kehidupan.
Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam membaca keadaaan, dan terus belajar
dengan membaca berbagai literatur yang berhubungan dengan tujuan dan impian
yang ingin kita capai.
Jadi jika ingin sukses di bidang yang sedang
ditekuni maka syarat mutlak yang tidak boleh ditawar adalah bahwa Anda harus
suka membaca baik buku maupun membaca yang bukan buku yaitu fenomena kehidupan
karena hidup dan kehidupan ini adalah dinamis...jika tidak bergerak akan
tertinggal bahkan tergerus oleh perkembangan jaman. Apalagi jaman globalisasi
sekarang ini dunia teknologi informasi semakin pesat berkembang...dunia semakin
sempit..yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh. Misal suatu hari sebuah
keluarga sedang berada di ruang keluarga, kelihatannya sedang berkumpul dengan
keluarga...tetapi mereka memegang gadget masing-masing, mereka berhubungan
dengan teman-temannya di dunia maya, sedang keluarga di sampingnya tidak disapa
atau tidak ada komunikasi diantara mereka. Bukan disitu saja...di tempat umum
juga demikian..di antrian, di dalam kereta api di dalam bis, orang-orang yang
duduk di kanan kiri tidak di hiraukan atau sekedar menyapa dan berkenalan,
mereka sibuk dengan gadget masing-masing. Sungguh fenomena yang sudah tidak
asing lagi dimanapun kita berada. Itulah dampak negatif perkembangan teknologi.
Jika kita tidak cerdas menyikapinya.
Dampak negatif terparah adalah hilangnya
minat baca, karena sudah tersibukkan dengan gadget, memang kita juga bisa
membaca di internet yaitu facebook dan WhatsApp hal-hal yang kita perlukan tersedia dengan
cepat, ingin membaca apa saja bisa kita akses dengan cepat. Itu kalau yang
bijak menyikapinya, yang tidak ....yang dibaca yang tidak bermanfaat bahkan
yang tidak patut kita lihat bisa diacces tanpa sensor. Kembali kepada minat
baca....dulu kita menunggu antrian dengan membaca buku, sekarang membaca
WhatsApp dan pesan lain atau chat dengan teman di dunia maya. Sadar dengan hal
tersebut, saya merasa capek dengan WhatsApp, sering merasa tak nyaman... harus
buka dan menghapus tiap hari bahkan satu hari harus dibuka beberapa kali.karena
jika tidak dihapus ..hp akan hang dan error. Nah.. sekarang mari kita kembali
berteman dengan buku, di dalam buku “La Tahzan” karya Dr. ‘Aidh al-Qarni
dikupas panjang lebar tetang manfaat membaca, sebaik-baik teman duduk adalah buku. Dia tidak
akan membuat kita bosan, sahabat yang tidak akan menipu kita dan membohongi
kita. Meluangkan waktu untuk mengkaji
menyempatkan diri untuk membaca, dan mengembangkan kekuatan otak dengan
hikmah-hikmah, bisa membuat kebahagiaan tersendiri. Buku adalah sesuatu yang
kita pandang akan memberikan kenikmatan yang panjang, dia akan menajamkan kemampuan intelektual, membuat lidah tidak
kelu dan membuat ujung jemari semakin indah. Dia akan memperkaya
ungkapan-ungkapan kita, akan menenangkan jiwa, dan akan mengisi dada. Yang ini
sudah saya buktikan...jika saya sedang dalam zona lemah iman dan jiwa, maka
bukulah yang menghibur dan menyembuhkannya, buku selalu berada di tempat tidur
saya, buku adalah teman setia saya dalam suka dan duka. Ketika duka kutemukan hikmah
di sana, terutama buku-buku agama yang mengandung nasehat-nasehat. Dengan buku
kita akan mengetahui sesuatu hanya dalam sebulan bahkan setiap saat. Dengan
buku kita tidak harus bersusah payah mencari pengajar,.
Buku adalah pilihan terbaik bagi orang-orang
yang kosong untuk menghabiskan waktu siangnya dan orang-orang yang suka
bersenang-senang menghabiskan malam-malam mereka. Buku adalah sesuatu yang
tanpa kita sadari, memberikan dorongan untuk mencoba, menggunakan nalarnya,
membentuk kepribadiannya, menjaga kehormatan mereka, meluruskan agama mereka
dan mengembangkan harta mereka.
Berikut
kisah-kisah para ulama salaf pecinta buku :
1. Al-Muhallab
berwasiat kepada anak-anaknya : “ Wahai anak-anakku, janganlah kalian tinggal
di pasar, kecuali dekat dengan pembuat baju besi dan pembuat kertas”.
2. Seorang
Syaiikh dari Syam menulis tentang catatan sejarah Ghathafaan : “ Semua
kebajikan menjadi sirna kecuali di dalam buku-buku”.
3. Al-Hasan
al-Lu’lui berkata:” Saya melakukan perjalanan selama empat puluh tahun, dan
saya tidak pernah tidur siang, tidak pula pada malam hari dan tidak pula
bersandar, kecuali buku selalu saya letakkan di dada”.
4. Ibnu
al-Jahm berkata: “Jika kantuk datang menyerang sebelum waktunya tidur, maka
saya akan mengambil salah satu buku dari buku-buku hikmah. Dengan buku itu saya
merasakah adanya gelora untuk mendapatkan nilai-nilai dan adanya kecintaan
terhadap perbuatan-perbuatan baik yang menyeruak ketika saya mendapatkan sesuatu
;yang menarik, dan meliputi hati dengan kebahagiaan. Ketika perasaan hati dalam kondisi sangat senang,
membaca dan belajar akan lebih punya kekuatan untuk membangunkan daripada suatu
keledai dan bunyi reruntuhan yang mengejutkan.
5. Ibnu
al-Jahm berkata lagi :”Saya sangat senang dan cinta buku. Dan, bila saya
berharap unttuk mendapatkan manfaat darinya, maka Anda akan melihat saya jam
demi jam memeriksa berapa halaman lagi yang tersisa, karrena takutnya mendekati
halaman terakhir, dan, bila buku itu berjilid-jilid dengan jumlah halaman yang
banyak, maka sempurnalah hidup ini dan lengkaplah kegembiraan ini”.
Sedangkan kitab paling mulia dan paling
tinggi adalah Al Qur’an, dalam surat Al A’raf ayat 1 :
“ Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan
kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu
memberi peringatan dengan kita itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran
bagi orang-orang yang beriman”
Faedah
membaca di dalam buku “La Tahzan” disebutkan antara lain :
1. Membaca
dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan dan kesedihan.
2. Membaca
dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3. Membaca
dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang
yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
4. Membaca
dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan.
5. Membaca
dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
6. Membaca
dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran dan membersihkan hati nurani.
7. Dengan
membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan
kalangan bijak dan pemahaman ulama.
8. Mematangkan
kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari
bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata
9. Menambah
keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku
merupakan pemberi nasehat yang pa;ling
agung, pendorong jiwa yang paling besar dan penyuruh kepada kebaikan
yang paling bijaksana.
10. Membaca
dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah dan
memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma.
11. Membaca
dapat membantu memahami proses terjadinya kata secara lebih detil, proses
pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang berada di balik tuliasan.
KESIMPULAN
Dari ulasan di atas bisa kita ambil kesimpulan bahwa betapa pentingnya membaca,
dan Allohpun telah memerintahkan kita untuk membaca pada firmanNya yang pertama
kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi sangatlah aneh sebenarnya jika
tidak membiasakan diri dan meluangkan waktu untuk membaca. Pernah disindir
seorang teman doktor bahkan dalam pelatihan pelatihan bahwa sarjana Indonesia tidak
gemar membaca. Jadi kemampuan pengetahuannya tetap tidak bertambah. Apalagi orang awan .. masih sedikit yang suka
membaca. Apalagi generasi muda juga masih banyak yang belum mempunyai minat
baca. Mari mulai dari diri kita dan mulai sekarang kita budayakan membaca dan
kita luangkan waktu yang tetap untuk membaca terutama membaca kita suci Al
Qur’an dilanjutkan mentadabburi dan membaca ilmu-ilmu yang lain, ilmu agama
lebih-lebih karena ilmu Alloh itu sangat luas ..diibaratkan bahwa jika air laut
dijadikan tinta maka tidak akan habis untuk menuliskan ilmu Alloh.
Nah, mari kita paksa diri kita untuk membaca
dan membaca dimanapun dan kapanpun di sela-sela waktu luang kita. Karena betapa
banyaknya manfaat dari membaca..
Demikian
tulisan singkat ini semoga bermanfaat bagi saya sebagai penulis khususnya dan
pembaca, agar termotivasi untuk membaca. Jika sudah mulai membaca mari lebih
kita tingkatkan namun jika belum mari kita segera memulai membaca. Karena
seorang penyair mengatakan “ Kehidupan jiwa adalah konsep dan makna, bukan yang
engkau makan dan minum”. Wallohu’alam bi sowab.
Ya
Alloh aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak takut (khusyuk) kepadaMu, nafsu
yang tidak ada puasnya dan do’a yang tidak dikabulkan”.
Aaminn
Allohumma Aamiin.
DAFTAR
PUSTAKA :
1. Al
Qur’an dab terjemah “CORDOVA”, sygma exagrafika, 2012.
2. “La
Tahzan”, Jangan Bersedih, Dr. ‘Aidh al-Qarni, Qisthi Press, 2008.
3. 49
Hari Menjadi Guru Idola Luar Biasa dan Kaya Raya, Dr. HM. Taufiqi, S.P., M.Pd.,
CV. Media Sutra Atiga, 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar