JANGAN BERSEDIH
KARENA TERTIMPA KESULITAN
Kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya akan menguatkan hati, menghapuskan
dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong.
Kesulitan-kesulitan itu, akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik
empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang salih, merupakan wujud ketundukan kepada
tiran, merupakan sebuah penyerahan diri kepada Dzat Yang Esa, merupakan sebuah
peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk
menjaga hati dengan bersabar, merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuan,
dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang
dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang
ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih
besar. (La Tahzan)
Hidup ini memang hampir tidak selalu
sama dengan yang kita harapkan. Perbedaan antara harapan dengan realita itulah
yang disebut masalah dan kita anggap sebagai kesulitan atau musibah. Jika tidak
mau mendapat banyak masalah maka jangan terlalu banyak keinginan. Semakin
banyak keinginan semakin banyak kemungkinan memililki banyak masalah. Jika
masalah sudah ada, maka kita harus menyelesaikannya, karena akan menjadi belenggu
yang akan menghalangi kebahagiaan hidup kita. Menyelesaikan masalah biasanya
disebut juga mengATASI masalah sehingga kita harus lebih tinggi dan lebih besar
dari masalah sehingga masalah lebih mudah untuk diselesaikan.
Orang bijak mengatakan “orang besar
mebghadapi masalah kehidupan ini adalah bagaikan raksasa mengangkat kapas,
sedangkan bagi si berjiwa kecil, menanganinya seperti sikerdil mengangkat
gunung”. Silahkan pilih yang mana?
Di dalam setiap kesulitan telah
disediakan dua kemudahan oleh Alloh. Alloh berfirman dalam surat Asy-Syarh (94)
ayat 5 – 6 :
“Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan. Sedungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.
Dari ayat tersebut dapat diambil
kesimpulan bahwa setiap satu kesulitan ada dua kemudahan. Kita saja sebagai
manusia yang tidak memiliki kesadaran untuk bersabar di awal musibah atau ujian
atau kesulitan. Bersedihnya dulu yang dikedepankan karena apa yang kita
dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Apa yang kita cita-citakan dan
yang kita impikan tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal nih...semua sudah
diukur dan ditetapkan Alloh sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan kita. Alloh
lebih tahu dari kita apa yang kita butuhkan. Alloh memberi yang kita butuhkan
bukan yang kita inginkan, jika sama itu bonus...kata seorang sahabat yang
menyadarkanku. Dan memang benar..apa yang kita anggap baik untuk kita belum
tentu baik untuk kita dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk untuk
kita boleh jadi sebaliknya. Alloh memberikan yang terbaik untuk kita. Skenario
Alloh memang yang terindah. Karena akal kita terbatas.... inginnya yang
baik-baik dan yang indah-indah menurut hawa nafsu kita atau yang menyenangkan
dan membuat kita bahagia. Padahal semua itu belum tentu baik dan di ridhoi
disisi Alloh.
Sulit memang
untuk melatih kesabaran disaat pukulan pertama pada saat kita mendapat kesulitan atau
ujian. Karena hawa nafsu dan syetan sangat berperan disetiap aliran darah kita.
Syetan sudah bersumpah kepada Alloh untuk menyesatkan manusia kecuali
orang-orang yang mukhlis yaitu yang ikhlas kepada Alloh.
Alloh berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 156 - 157:
“Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa
musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihinroji’un” sesungguhnya kami
milik Alloh dan kepadaNyalah kami kembali”.
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".
Sedangkan Alloh
akan memberikan balasan bagi orang yang sabar yang disebutkan dalam sebuah
hadits :
Abu Umamah r.a. mengatakan bahwa Raosulullah
saw. Bersabda : “ Alloh swt berfirman, “Wahai anak Adam, jika kamu mampu
bersabar dan mengharap ridhaKu ketika guncangan pertama ujian, sungguh Aku
tidak ridha untuk memberimu balasan selain surga”. (HR. Ibnu Majah, 1586)
Mari kita
hunjamkan dalam dada kita dan kita imani dalam-dalam ayat berikut dalam surat
Fatir (35) ayat 2 :
“Apa saja diantara rahmat Alloh yang
diaugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja
yang ditahanNya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu.
Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha
Bijaksana”.
Jadi..meskipun kita bersikeras ingin
mendapatkan sesuatu jika itu masih ditahan oleh Alloh...tidak akan pernah kita
mendapatkan. Sedangkan apa yang akan dikaruniakan Alloh untuk kita tidak akan
ada yang bisa menghalanginya...atau menahannya untuk kita. Sehingga dalam
menyikapi hidup dan kehidupan ini setelah kita bekerja, berusaha, dan
berdo’a...maka kita pasrahkan apapun kehendak Alloh hasilnya. Kita ihklas
apapun yang diberikan oleh Alloh untuk kita. Di awal mungkin sedih memang wajar
kita manusia mempunyai hawa nafsu untuk bahagia jika yang kita inginkan sesuai
dengan kenyataan..namun ingat ada yang lebih Berkuasa atas segala sesuatu
pemilik Langit dan Bumi dan segala isinya. Manusia punya usaha Alloh punya
Kuasa/Kehendak. Suka-suka Alloh memberi karunia kepada kita sesuai kadar
keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh. Sesuai kadar kecintaan kita kepada
Alloh dengan jalan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya sekuat tenaga
dan sepenuh hati. Jika kita mencintai Alloh maka Alloh akan mencintai kita.
Bagaimana cara
kita mencintai Alloh ? selain menjalankan ibadah yang wajib, kita harus
menjalankan ibadah yang sunnah, amar
ma’ruf nahi munkar. Mencintai dan membenci karena Alloh. Saling
mencintai, saling mendo’akan sesama muslim ketika saudara kita tidak ada
disamping kita. Bahkan ketika kita berjauhan...bila kita mendo’akan saudara
atau sahabat-sahabat kita, malaikat akan mengamini dengan mendo’akan kita
seperti yang kita do’akan untuk sahabat-sahabat kita.
“Doanya
seorang muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan. Di
dekat kepalanya ada malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia berdoa minta
kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, “Aamiin”. Dan engkau akan
mendapatkan yang serupa”.
“Barangsiapa yang mendoakan saudaranya pada
saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan
mengawasinya berkata, “Semoga Alloh mengabulkan dan bagimu semoga mendapat yang
sepadan”.
“Alloh berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang
yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi
karena-Ku dan saling memberi karena-Ku”.
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya”.
“Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat disisi Alloh
adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya. Dan sebaik-baik orang yang
bertetangga disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada tetangganya.
"Aku berlindung kepada Alloh dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk (tidak takut) kepada Alloh, hawa nafsu yang tiada puasnya dan do'a yang tidak dikabulkan".
Kebenaran hanya milik Alloh..semoga Alloh mengampuni jika ada
kesalahan dalam tulisan ini. Wallohu’alam bisshawab.
#edisi muhasabah diri,
Jum’at 23 Maret 2017.
#semoga bermanfaat.