Kamis, 30 Maret 2017

MUHASABAH DIRI

JANGAN BERSEDIH KARENA TERTIMPA KESULITAN

Kesulitan-kesulitan itu, sebenarnya akan menguatkan hati, menghapuskan dosa, menghancurkan rasa ujub, dan menguburkan rasa sombong. Kesulitan-kesulitan itu, akan meluruhkan kelalaian, menyalakan lentera dzikir, menarik empati sesama, menjadi doa yang dipanjatkan oleh orang-orang  yang salih, merupakan wujud ketundukan kepada tiran, merupakan sebuah penyerahan diri kepada Dzat Yang Esa, merupakan sebuah peringatan dini, sebuah upaya untuk menghidupkan dzikir, merupakan upaya untuk menjaga hati dengan bersabar, merupakan persiapan untuk menghadap Sang Tuan, dan sebuah sentilan untuk tidak cenderung pada dunia, merasa aman dan tenang dengannya. Karena kelembutan yang tersembunyi itu jauh lebih besar, dosa yang ditutupi itu jauh lebih besar, dan kesalahan yang dimaafkan juga jauh lebih besar. (La Tahzan)

Hidup ini memang hampir tidak selalu sama dengan yang kita harapkan. Perbedaan antara harapan dengan realita itulah yang disebut masalah dan kita anggap sebagai kesulitan atau musibah. Jika tidak mau mendapat banyak masalah maka jangan terlalu banyak keinginan. Semakin banyak keinginan semakin banyak kemungkinan memililki banyak masalah. Jika masalah sudah ada, maka kita harus menyelesaikannya, karena akan menjadi belenggu yang akan menghalangi kebahagiaan hidup kita. Menyelesaikan masalah biasanya disebut juga mengATASI masalah sehingga kita harus lebih tinggi dan lebih besar dari masalah sehingga masalah lebih mudah untuk diselesaikan.

Orang bijak mengatakan “orang besar mebghadapi masalah kehidupan ini adalah bagaikan raksasa mengangkat kapas, sedangkan bagi si berjiwa kecil, menanganinya seperti sikerdil mengangkat gunung”. Silahkan pilih yang mana?

Di dalam setiap kesulitan telah disediakan dua kemudahan oleh Alloh. Alloh berfirman dalam surat Asy-Syarh (94) ayat 5 – 6 :

          “Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sedungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”.

Dari ayat tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa setiap satu kesulitan ada dua kemudahan. Kita saja sebagai manusia yang tidak memiliki kesadaran untuk bersabar di awal musibah atau ujian atau kesulitan. Bersedihnya dulu yang dikedepankan karena apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Apa yang kita cita-citakan dan yang kita impikan tidak sesuai dengan kenyataan. Padahal nih...semua sudah diukur dan ditetapkan Alloh sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan kita. Alloh lebih tahu dari kita apa yang kita butuhkan. Alloh memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, jika sama itu bonus...kata seorang sahabat yang menyadarkanku. Dan memang benar..apa yang kita anggap baik untuk kita belum tentu baik untuk kita dan apa yang kita anggap buruk belum tentu buruk untuk kita boleh jadi sebaliknya. Alloh memberikan yang terbaik untuk kita. Skenario Alloh memang yang terindah. Karena akal kita terbatas.... inginnya yang baik-baik dan yang indah-indah menurut hawa nafsu kita atau yang menyenangkan dan membuat kita bahagia. Padahal semua itu belum tentu baik dan di ridhoi disisi Alloh.

          Sulit memang untuk melatih kesabaran disaat pukulan pertama pada saat kita mendapat kesulitan atau ujian. Karena hawa nafsu dan syetan sangat berperan disetiap aliran darah kita. Syetan sudah bersumpah kepada Alloh untuk menyesatkan manusia kecuali orang-orang yang mukhlis yaitu yang ikhlas kepada Alloh.

Alloh berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 156 - 157:

          “Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihinroji’un” sesungguhnya kami milik Alloh dan kepadaNyalah kami kembali”. 
"Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk".

          Sedangkan Alloh akan memberikan balasan bagi orang yang sabar yang disebutkan dalam sebuah hadits :

          Abu Umamah r.a. mengatakan bahwa Raosulullah saw. Bersabda : “ Alloh swt berfirman, “Wahai anak Adam, jika kamu mampu bersabar dan mengharap ridhaKu ketika guncangan pertama ujian, sungguh Aku tidak ridha untuk memberimu balasan selain surga”. (HR. Ibnu Majah, 1586)

          Mari kita hunjamkan dalam dada kita dan kita imani dalam-dalam ayat berikut dalam surat Fatir (35) ayat 2 :

          “Apa saja diantara rahmat Alloh yang diaugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahanNya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah  Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana”.

Jadi..meskipun kita bersikeras ingin mendapatkan sesuatu jika itu masih ditahan oleh Alloh...tidak akan pernah kita mendapatkan. Sedangkan apa yang akan dikaruniakan Alloh untuk kita tidak akan ada yang bisa menghalanginya...atau menahannya untuk kita. Sehingga dalam menyikapi hidup dan kehidupan ini setelah kita bekerja, berusaha, dan berdo’a...maka kita pasrahkan apapun kehendak Alloh hasilnya. Kita ihklas apapun yang diberikan oleh Alloh untuk kita. Di awal mungkin sedih memang wajar kita manusia mempunyai hawa nafsu untuk bahagia jika yang kita inginkan sesuai dengan kenyataan..namun ingat ada yang lebih Berkuasa atas segala sesuatu pemilik Langit dan Bumi dan segala isinya. Manusia punya usaha Alloh punya Kuasa/Kehendak. Suka-suka Alloh memberi karunia kepada kita sesuai kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Alloh. Sesuai kadar kecintaan kita kepada Alloh dengan jalan menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya sekuat tenaga dan sepenuh hati. Jika kita mencintai Alloh maka Alloh akan mencintai kita.

          Bagaimana cara kita mencintai Alloh ? selain menjalankan ibadah yang wajib, kita harus menjalankan ibadah yang sunnah, amar  ma’ruf nahi munkar. Mencintai dan membenci karena Alloh. Saling mencintai, saling mendo’akan sesama muslim ketika saudara kita tidak ada disamping kita. Bahkan ketika kita berjauhan...bila kita mendo’akan saudara atau sahabat-sahabat kita, malaikat akan mengamini dengan mendo’akan kita seperti yang kita do’akan untuk sahabat-sahabat kita.

          “Doanya seorang muslim kepada saudaranya yang tidak bersamanya pasti dikabulkan. Di dekat kepalanya ada malaikat yang menjaganya. Setiap kali ia berdoa minta kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata, “Aamiin”. Dan engkau akan mendapatkan yang serupa”.

          “Barangsiapa yang mendoakan saudaranya pada saat ia tidak bersamanya, maka malaikat yang diserahi untuk menjaga dan mengawasinya berkata, “Semoga Alloh mengabulkan dan bagimu semoga mendapat yang sepadan”.

          “Alloh berfirman, “Kecintaanku pasti diperoleh oleh orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku, saling mengunjungi karena-Ku dan saling memberi karena-Ku”.

          “Tidak beriman salah seorang diantara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya”.

          “Sebaik-baiknya orang-orang yang bersahabat disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya. Dan sebaik-baik orang yang bertetangga disisi Alloh adalah orang yang paling baik kepada tetangganya.

               "Aku berlindung kepada Alloh dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk (tidak takut) kepada Alloh, hawa nafsu yang tiada puasnya dan do'a yang tidak dikabulkan".

Kebenaran hanya milik Alloh..semoga Alloh mengampuni jika ada kesalahan dalam tulisan ini. Wallohu’alam bisshawab.

#edisi muhasabah diri, Jum’at 23 Maret 2017.
#semoga bermanfaat.

                                                                   

Sabtu, 18 Maret 2017

AKU, BUKU DAN MEMBACA

KATA PENGANTAR
                Bismillahirrohmanirrohim segala puji hanya milik Alloh SWT., sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Beserta keluarga, sahabat, tabiit dan tabiin, dan semoga kita mendapat syafaatnya di Yaumul Akhir nanti. Aamiin Ya Robbal Aalamiin.
                Alhamdulillah berkat Rahmat Alloh SWT saya bisa menyelesaikan tulisan sederhana ini dalam rangka mengikuti lomba menulis Essai yang berjudul “AKU, BUKU DAN MEMBACA” dimana untuk pertama kalinya saya mengikuti lomba. Semoga menjadi penyemangat awal yang baik bagi saya untuk belajar menulis walaupun masih banyak kekurangan di sana sini dan masih jauh dari sempurna. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca untuk Gemar Membaca Buku.  Karena Alloh SWT. pertama kali menurunkan perintah melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad adalah perintah untuk membaca yaitu dalam surat Al Alaq ayat 1-5.  Berarti membaca merupakan kewajiban bagi ummat Islam yang utama adalah membaca kitab suci Al Qur’an yang merupakan pedoman hidup kita di dunia dan di akhirat. Disamping itu juga membaca buku-buku yang lainnya, tidak kalah pentingnya yaitu membaca yang bukan buku seperti membaca fenomena-fenomena alam hidup dan kehidupan kita yaitu ayat-ayat qauniyah. Kita harus bisa membaca fakta yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Maksudnya apa yang ada dibalik setiap kejadian pasti ada sesuatu yang menyertainya.
                Terselesaikannya tulisan singkat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama seorang sahabat yang sejak dulu kehadirannya menjadikanku bisa move on lagi setiap aku sedang down. Dari dia aku jadi rajin lagi membaca dan menulis yang selama 23 tahun kutinggalkan. Dan sebagai hadiah ulang tahunnya yang tepat selesainya tulisan ini. Semoga kebaikannya dibalas oleh Alloh dengan syurgaNya
                Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis tentunya, dan pembacanya umumnya.

                                                                            Tulungagung, 26 Februari 2017

BUKU DAN MEMBACA

Bismilllahirrohmanirrohiim.
1.    Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan.
2.    Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.    Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
4.    Yang mengajar (manusia) dengan pena.
5.    Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
(QS. Al Alaq (96) :1-5)

                Membaca adalah jendela dunia. Orang yang sehari saja tidak membaca, maka pembicaraannya tidak enak di dengar.(Jhon F. Kennedy)
Maka kemampuan membaca merupakan syarat utama bagi setiap orang yang memimpikan sukses di bidang apapun yang diinginkan dan diimpikan. “you are your read”. Ingin jadi guru yang sukses, murid yang sukses, bisnisman yang sukses, direktur yang sukses, seniman yang sukses dan sebagainya harus bisa membaca yang di atas kertas yaitu membaca tentang ilmu yang berkenaan dengan bidang yang sedang digelutinya , disamping membaca yang tertulis  juga harus bisa membaca yang tidak tertulis.
                Misalnya jika dia seirag guru harus suka membaca tentang seluk beluk ilmu pendidikan dan perkembangan anak. Jika dia bisnisman dia harus panda membaca peluang. Jika dia seorang politikus harus mahir membaca kekuatan lawan politiknya. Dan jika dia seorang seniniman harus bisa membaca hal yang digemari konsumennya dan moment yang sedang menjadi trending topik. Bahkan seorang ulamapun juga harus membaca dan belajar untuk meningkatkan kemampuan mentransfer tsaqofah Islam kepada ummat agar bisa membangkitkan ummat di jaman jahiliyyah modern ini. Dimana tantangannya semakin sulit karena pengaruh budaya dan pemikiran barat begitu dahsyat merusak dari balita, anak-anak, remaja, dewasa dan bahkan sampai orangtua. Karena kemajuan teknologi di dunia maya dan internet begitu cepat dan demikian mudah diacces dari anak Tk, SD  hingga orang awan.. hmm.. sungguh miris jika melihat dan memikirkan nasib generasi kita mendatang. Semoga diantaranya  masih ada calon-calon pemimpin yang sholeh dan amanah.

Orang yang gemar membaca buku akan menjadi PANDAI. Tetapi orang yang bisa membaca alam yaitu hidup dan kehidupan ini akan menjadi orang cerdik. Banyak orang pandai di sekolah ternyata bodoh di lapangan, karena mereka kurang membaca yang bukan buku yakni membaca faklta yang terindra. Jika ingin menjadi sukses di bidang apapun yang sedang digeluti harus rajin membaca. Apalagi jika ingin menjadi penulis harus rajin dan banyak membaca buku maupun  membaca fenomena alam.
Untuk menjadi orang yang hebat di bdang apapun harus melalui jatuh bangun. Saat ujian datang silih berganti  jangan bersedih karena itu adalah bagian dari proses yang harus  kita lalui agar tercipta hidup dan kehidupan yang  lebih bermutu. Kuat dan sabar ketika menanggung derita atau kegagalan adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bermakna. Untuk hidup yang lebih bermartabat tidak selalu dikelilingi oleh sesuatu yang nikmat. Diperlukan rasa sakit, perasaan yang tidak nyaman, hinaan, dan segala derita yang terkadang datang tanpa kita undang, itulah proses yang kita lalui untuk mendapatkan sari pati kehidupan. Jika saat hidup kita “nyaman” atau di “zona nyaman”, tenang dan tak ada cobaan, sering melenakan tanpa kita sadari. Boleh jadi kondisi seperti ini adalah awal dari menurunnnya kehidupan kita. Jika hidup diibaratkan dengan mengayuh sepeda..saat kita tak perlu berkeringat ketika  mengayuhnya berarti pertanda jalannya menurun. Tetapi bila kita harus mengayuh sepeda itu dengan kekuatan penuh dan berkeringat jalanan sedang menanjak, pertanda kehidupan kita sedang menanjak menuju puncak yang Anda impikan dan harapkan.

Bila ternyata cobaan tidak kunjung datang, buatlah kegiatan yang bernyali dan menantang, ada resiko gagal.dalam kegiatan itu, tapi juga ada manfaat besar yang bisa Anda peroleh bila kegiatan itu berhasil. Percayalah ...bila kita sering menghadirkan kegiatan yang menantang, hidup menjadi ringan. Sebaliknya, bila kita sering menghindari tantangan, hidup kita akan stagnan dan membuahkan derita di hari kemudian. Andapun tidak akan menemukan saripati kehidupan bila tidak sabar saat menghadapi proses kehidupan. Untuk itu diperlukan kecerdasan dalam membaca keadaaan, dan terus belajar dengan membaca berbagai literatur yang berhubungan dengan tujuan dan impian yang ingin kita capai.
Jadi jika ingin sukses di bidang yang sedang ditekuni maka syarat mutlak yang tidak boleh ditawar adalah bahwa Anda harus suka membaca baik buku maupun membaca yang bukan buku yaitu fenomena kehidupan karena hidup dan kehidupan ini adalah dinamis...jika tidak bergerak akan tertinggal bahkan tergerus oleh perkembangan jaman. Apalagi jaman globalisasi sekarang ini dunia teknologi informasi semakin pesat berkembang...dunia semakin sempit..yang jauh jadi dekat dan yang dekat jadi jauh. Misal suatu hari sebuah keluarga sedang berada di ruang keluarga, kelihatannya sedang berkumpul dengan keluarga...tetapi mereka memegang gadget masing-masing, mereka berhubungan dengan teman-temannya di dunia maya, sedang keluarga di sampingnya tidak disapa atau tidak ada komunikasi diantara mereka. Bukan disitu saja...di tempat umum juga demikian..di antrian, di dalam kereta api di dalam bis, orang-orang yang duduk di kanan kiri tidak di hiraukan atau sekedar menyapa dan berkenalan, mereka sibuk dengan gadget masing-masing. Sungguh fenomena yang sudah tidak asing lagi dimanapun kita berada. Itulah dampak negatif perkembangan teknologi. Jika kita tidak cerdas menyikapinya.

Dampak negatif terparah adalah hilangnya minat baca, karena sudah tersibukkan dengan gadget, memang kita juga bisa membaca di internet yaitu facebook dan WhatsApp  hal-hal yang kita perlukan tersedia dengan cepat, ingin membaca apa saja bisa kita akses dengan cepat. Itu kalau yang bijak menyikapinya, yang tidak ....yang dibaca yang tidak bermanfaat bahkan yang tidak patut kita lihat bisa diacces tanpa sensor. Kembali kepada minat baca....dulu kita menunggu antrian dengan membaca buku, sekarang membaca WhatsApp dan pesan lain atau chat dengan teman di dunia maya. Sadar dengan hal tersebut, saya merasa capek dengan WhatsApp, sering merasa tak nyaman... harus buka dan menghapus tiap hari bahkan satu hari harus dibuka beberapa kali.karena jika tidak dihapus ..hp akan hang dan error. Nah.. sekarang mari kita kembali berteman dengan buku, di dalam buku “La Tahzan” karya Dr. ‘Aidh al-Qarni dikupas panjang lebar tetang manfaat membaca,  sebaik-baik teman duduk adalah buku. Dia tidak akan membuat kita bosan, sahabat yang tidak akan menipu kita dan membohongi kita.  Meluangkan waktu untuk mengkaji menyempatkan diri untuk membaca, dan mengembangkan kekuatan otak dengan hikmah-hikmah, bisa membuat kebahagiaan tersendiri. Buku adalah sesuatu yang kita pandang akan memberikan kenikmatan yang panjang, dia akan menajamkan  kemampuan intelektual, membuat lidah tidak kelu dan membuat ujung jemari semakin indah. Dia akan memperkaya ungkapan-ungkapan kita, akan menenangkan jiwa, dan akan mengisi dada. Yang ini sudah saya buktikan...jika saya sedang dalam zona lemah iman dan jiwa, maka bukulah yang menghibur dan menyembuhkannya, buku selalu berada di tempat tidur saya, buku adalah teman setia saya dalam suka dan duka. Ketika duka kutemukan hikmah di sana, terutama buku-buku agama yang mengandung nasehat-nasehat. Dengan buku kita akan mengetahui sesuatu hanya dalam sebulan bahkan setiap saat. Dengan buku kita tidak harus bersusah payah mencari pengajar,.
Buku adalah pilihan terbaik bagi orang-orang yang kosong untuk menghabiskan waktu siangnya dan orang-orang yang suka bersenang-senang menghabiskan malam-malam mereka. Buku adalah sesuatu yang tanpa kita sadari, memberikan dorongan untuk mencoba, menggunakan nalarnya, membentuk kepribadiannya, menjaga kehormatan mereka, meluruskan agama mereka dan mengembangkan harta mereka.
Berikut kisah-kisah para ulama salaf pecinta buku :
1.    Al-Muhallab berwasiat kepada anak-anaknya : “ Wahai anak-anakku, janganlah kalian tinggal di pasar, kecuali dekat dengan pembuat baju besi dan pembuat kertas”.
2.    Seorang Syaiikh dari Syam menulis tentang catatan sejarah Ghathafaan : “ Semua kebajikan menjadi sirna kecuali di dalam buku-buku”.
3.    Al-Hasan al-Lu’lui berkata:” Saya melakukan perjalanan selama empat puluh tahun, dan saya tidak pernah tidur siang, tidak pula pada malam hari dan tidak pula bersandar, kecuali buku selalu saya letakkan di dada”.
4.    Ibnu al-Jahm berkata: “Jika kantuk datang menyerang sebelum waktunya tidur, maka saya akan mengambil salah satu buku dari buku-buku hikmah. Dengan buku itu saya merasakah adanya gelora untuk mendapatkan nilai-nilai dan adanya kecintaan terhadap perbuatan-perbuatan baik yang menyeruak ketika saya mendapatkan sesuatu ;yang menarik, dan meliputi hati dengan kebahagiaan. Ketika  perasaan hati dalam kondisi sangat senang, membaca dan belajar akan lebih punya kekuatan untuk membangunkan daripada suatu keledai dan bunyi reruntuhan yang mengejutkan.
5.    Ibnu al-Jahm berkata lagi :”Saya sangat senang dan cinta buku. Dan, bila saya berharap unttuk mendapatkan manfaat darinya, maka Anda akan melihat saya jam demi jam memeriksa berapa halaman lagi yang tersisa, karrena takutnya mendekati halaman terakhir, dan, bila buku itu berjilid-jilid dengan jumlah halaman yang banyak, maka sempurnalah hidup ini dan lengkaplah kegembiraan ini”.

Sedangkan kitab paling mulia dan paling tinggi adalah Al Qur’an, dalam surat Al A’raf ayat 1 :
“ Ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kita itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman”
Faedah membaca di dalam buku “La Tahzan” disebutkan antara lain :
1. Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan dan kesedihan.
2. Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
3. Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
4.    Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan.
5.    Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.
6.    Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran dan membersihkan hati nurani.
7.    Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak dan pemahaman ulama.
8.    Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata
9.    Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan pemberi nasehat yang pa;ling  agung, pendorong jiwa yang paling besar dan penyuruh kepada kebaikan yang paling bijaksana.
10. Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma.
11. Membaca dapat membantu memahami proses terjadinya kata secara lebih detil, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk  memahami apa yang berada di balik tuliasan.


KESIMPULAN

Dari ulasan di atas bisa kita ambil  kesimpulan bahwa betapa pentingnya membaca, dan Allohpun telah memerintahkan kita untuk membaca pada firmanNya yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi sangatlah aneh sebenarnya jika tidak membiasakan diri dan meluangkan waktu untuk membaca. Pernah disindir seorang teman doktor bahkan dalam pelatihan pelatihan bahwa sarjana Indonesia tidak gemar membaca. Jadi kemampuan pengetahuannya tetap tidak bertambah.  Apalagi orang awan .. masih sedikit yang suka membaca. Apalagi generasi muda juga masih banyak yang belum mempunyai minat baca. Mari mulai dari diri kita dan mulai sekarang kita budayakan membaca dan kita luangkan waktu yang tetap untuk membaca terutama membaca kita suci Al Qur’an dilanjutkan mentadabburi dan membaca ilmu-ilmu yang lain, ilmu agama lebih-lebih karena ilmu Alloh itu sangat luas ..diibaratkan bahwa jika air laut dijadikan tinta maka tidak akan habis untuk menuliskan ilmu Alloh.
Nah, mari kita paksa diri kita untuk membaca dan membaca dimanapun dan kapanpun di sela-sela waktu luang kita. Karena betapa banyaknya manfaat dari membaca..
 Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat bagi saya sebagai penulis khususnya dan pembaca, agar termotivasi untuk membaca. Jika sudah mulai membaca mari lebih kita tingkatkan namun jika belum mari kita segera memulai membaca. Karena seorang penyair mengatakan “ Kehidupan jiwa adalah konsep dan makna, bukan yang engkau makan dan minum”. Wallohu’alam bi sowab.

Ya Alloh aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak takut (khusyuk) kepadaMu, nafsu yang tidak ada puasnya dan do’a yang tidak dikabulkan”.
Aaminn Allohumma Aamiin.

DAFTAR PUSTAKA :
1.    Al Qur’an dab terjemah “CORDOVA”, sygma exagrafika, 2012.
2.    “La Tahzan”, Jangan Bersedih, Dr. ‘Aidh al-Qarni, Qisthi Press, 2008.

3.    49 Hari Menjadi Guru Idola Luar Biasa dan Kaya Raya, Dr. HM. Taufiqi, S.P., M.Pd., CV. Media Sutra Atiga, 2014.