Namun, waktu itu hanya 3 hari berbahagia setelah kamu menyatakan cinta ketika kamu duduk di semester 3, sedang aku tidak kuliah karena tidak ada biaya. Aku terpaksa bekerja, dan kamu tidak percaya jika aku bekerja. Meski hanya 3 hari kita bertemu karena kamu harus kembali ke tempat studimu di luar Negeri, kita lanjutkan komunikasi kita melalui surat, karena jaman itu tahun 1991 belum ada gadget seperti sekarang. Mengharu biru cinta kita, sabar menunggu balasan surat darimu, seminggu dua minggu setelah kutulis surat kepadamu. Tiada kata selain kata rindu kutulis dalam setiap surat, kamu balas dengan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan kepadamu, sungguh kamu sangat berati bagiku. Kamu mampu menumbuhkan segala yang terpendam dalam diriku, kamu segalanya bagiku waktu itu, walau tak bisa bertemu, cintamulah yang membuatku kuat dan berharap masa depan bersamamu. Was-was dan cemburu ada, tapi kamu kuatkan dengan kekuatan cinta yang kamu tanamkan. Hingga aku lupa bahwa segala kemungkinan bisa terjadi karena kita berjauhan.
Ternyata hal yang tak kuduga dan kusangka terjadi. Suatu hari aku mendengar kabar bahwa kamu tunangan, Woww...mau tahu perasaanku saat mendengar berita itu? Shock...perut langsung perih, mag kumat, lemas tiada daya...langsung aku pulang waktu itu, karena kudengar berita itu ketika aku ke rumah bulikku di dekat rumahmu.
to be contiuned
Tulugangaung, 21 Agustus 2020
2 Hijriyah 1432
Tidak ada komentar:
Posting Komentar