ARTI SAHABAT
Sahabat ...
Kau hadir bagai
cahaya dalam hidupku
Perang jiwa nan hampa
Hampa karna suatu ujian
Sahabat ...
Hadirmu mengisi jiwa
Menguatkan hati nan rapuh
Setelah kehilangan belahan jiwa
Sang penopang keluarga
Sahabat ...
Kau hadir di saat yang tepak
‘Tuk menegakkan jiwa yang goyah
Andai kau tak hadir saat itu
Andai kau tidak mencariku
Apa jadinya diri ini
Tak bisa tersenyum sebelum kau hadir
Hadirmu buatku bisa tersenyum untuk pertama kali
Karna kutakut tersenyum
Begitu berat beban di pundakku
Membesarkan dan mendidik keempat buah hatiku sendirian
Kau hadir buatku percaya diri
Aku harus kuat dan tangguh
Kamu bangga denganku karna aku tak mudah digoyahkan,
katamu
Itu yang buatku percaya diri
Menapaki kenyataan hidup yang tak bisa dielak
Karna takdir Alloh pasti yang terbaik
Takdir Alloh telah terukur buat hambaNya
Alloh tak pernah salah memutuskan
Alloh Maha Pengatur
Tulungagung, 29 Oktober 2020
MERINDUIMU
Berpuluh tahun kumenanti
Hadirmu wahai kekasih pujaan
hati
Serasa airmata kering karena
menahan rindu
Rindu tiada terperi
Menantimu tak kunjung datang
Janji manismu dua kali kau
ucap dengan mudah
Seolah tiada rasa bersalah
Memberi harap tak pasti padaku
Memberi asa yang tak bisa kau
penuhi
Hingga kau merasa berdosa
padaku
Karna kau begitu mudah
berjanji
Tuk temui aku di suatu saat
nanti
Namun ... hingga kini belum
jua kau kembali
Berpuluh-puluh purnama kau tak
jua muncul
Hanya sisa cintamu yang masih
bersemayam indah di hatiku
Cintamu yang tulus namun tak
pernah mulus
Dua kali merajut kasih
Dua kali juga terputus karena
keadaan
Dan takdir pastinya
Takdir tak bisa diratapi
Karna sudah tertulis di Lauh
Mahmud
Bahwa cinta kita harus merana
Bagai cinta “Laela Majnun”
katamu
Cinta yang tulus dan suci
Hanya “All My Love for You”
yang kau ucap dua kali
Penguat cinta kita
Hingga suatu saat kita bersua
Entah kapan
Entah dimana
Alloh yang menentukan
Tulungagung, 29 Oktober 2020